Industri

Ekspor dan Impor Tumbuh, Neraca Dagang Diprediksi Surplus Rp29,4 Triliun

  • PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi neraca dagang akan mencetak surplus sebesar US$2,1 miliar atau setara Rp29,4 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS).

<p>Suasana crane bongkar muat peti kemas di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Suasana crane bongkar muat peti kemas di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi neraca dagang akan mencetak surplus sebesar US$2,1 miliar atau setara Rp29,4 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS).

Surplus tersebut berasal dari ekspor yang diperkirakan tumbuh sebesar 6,75% year-on-year (yoy), serta impor yang mengalami kenaikan sebesar 11,5% yoy.

Analis Mirae Asset Sekuritas Anthony Kevin mengatakan, pertumbuhan ekspor ini terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi dunia yang terus berlanjut. Sebab, pada Februari 2021, Purchasing Managers Index (PMI) dari seluruh mitra ekspor utama Indonesia disebut membukukan ekspansi.

Adapun dari kacamata harga komoditas, kenaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang pesat pada bulan Februari 2021 juga diprediksi akan meningkatkan nilai ekspor ke China dan India.

Seperti diketahui, pada Februari ini harga CPO naik 6,6% setelah sempat menurun 3,1% sepanjang Januari 2021.

“Dua negara ini merupakan dua pembeli utama minyak kelapa sawit dari Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima TrenAsia.com, Senin, 15 Maret 2021.

Kemudian dari sisi impor, aktivitas manufaktur Indonesia juga membukukan ekspansi selama empat bulan berturut-turut. Maka, ini menjadi optimisme bahwa impor bahan baku juga bertumbuh secara tahunan. Selama ini, kontribusi dari impor bahan baku sendiri mencapai 73% dari total impor Indonesia.

Jika benar impor tumbuh positif pada Februari 2021, lanjut Anthony, maka pertumbuhan ini akan menandai ekspansi pertama dalam 20 bulan terakhir.