Nasional

Ekonomi Global Melambat dan Harga Komoditas Termoderasi, Sri Mulyani: Pendapatan Negara Masih Kuat

  • Pendapatan negara yang masih positif itu tercermin dari realisasi penerimaan negara dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dihimpun pada kuartal I-2023.
Sri Mulyani Menteri Keuangan.png
Menteri Keuangan Sri Mulyani (trenasia.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa tatkala ekonomi global melambat dan harga komoditas termoderasi, pendapatan negara masih cukup kuat.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang diselenggarakan di LPS Learning Center, Jakarta, Senin, 8 Mei 2023.

Pendapatan negara yang masih positif itu tercermin dari realisasi penerimaan negara dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang dihimpun pada kuartal I-2023.

"Di tengah tren perlambatan ekonomi global dan moderasi harga komoditas, pendapatan negara masih terus kuat," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun menyebutkan penerimaan pajak pada kuartal I-2023 mencapai Rp504,48 triliun atau setara dengan 24,95% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Penerimaan pajak pada tiga bulan pertama ini tercatat tumbuh 25,36% secara year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) yang mencapai Rp185,7 triliun dengan kenaikan 42,37% yoy.

Sementara itu, pajak penghasilan (PPh) nonmigas mencapai Rp225,95 triliun dengan pertumbuhan 31,03% yoy.

"Secara sektoral, kinerja penerimaan pajak yang masih kuat ditopang oleh penerimaan dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan, dan transportasi yang tetap stabil," kata Menkeu.

Pertumbuhan signifikan secara tahunan dari PNBP pun turut menopang kenaikan penerimaan pajak negara pada kuartal I-2023.

Pada tiga bulan pertama tahun ini, realisasi PNBP mencapai Rp142,66 triliun dengan pertumbuhan 43,75% yoy dengan angka yang mencapai 32,32% dari target APBN.

Kinerja PNBP tersebut utamanya ditopang oleh penerimaan sumber daya alam nonmigas yang meroket 194,04% ke angka Rp44,28 triliun, sedangkan PNBP lainnya tercatat sebesar Rp44,31 triliun dengan pertumbuhan 30,21% yoy.