Diam-Diam, Ekspor Batik Tembus US$21,54 Juta Pada Semester I-2020
- JAKARTA – Kementerian Perindustrian mencatat kinerja ekpor batik melejit pada periode Januari-Juli 2020 senilai U21,54 juta, naik dari periode yang sama...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Kementerian Perindustrian mencatat kinerja ekpor batik melejit pada periode Januari-Juli 2020 senilai U21,54 juta, naik dari periode yang sama tahun lalu US$17,99.
Kabar gembira ini menjadi hadiah dalam Hari Batik Nasional 2020 yang jatuh tepat hari ini, 2 Oktober 2020.
“Ini kabar baik sekaligus unik, ekspor batik justru meningkat di saat yang lain lesu akibat pandemi COVID-19,” Kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam diskusi secara virtual, Jumat, 2 Oktober 2020.
- Fitch Rating Pangkas Peringkat Alam Sutera, Ini Tanggapan Perseroan
- Deflasi Bikin Kurs Rupiah Melemah ke Rp14.864 per Dolar AS
- Jumat Kelabu IHSG Loyo Lagi, Tapi 10 Saham Ini Laris Manis Diborong Asing
- Perkuat Ketentuan Operasi Moneter, BI Cabut 4 Aturan
- Dua Anak Usaha Sinar Mas Grup Borong Saham BSDE Rp181 Miliar
Momentum ini, lanjut Agus akan dimanfaatkan pemerintah untuk membidik pintu-pintu ekspor baru di luar negara yang sudah ‘langganan’ batik.
Selain baik dari sisi ekonomi, moncernya ekspor batik juga dapat mendongkrak eksistensi batik sebagai warisan budaya Indonesia di kancah internasional.
Dari perspektif industri, batik memiliki kontribusi yang besar terhadap penciptaan nilai tambah, perdagangam, investasi, dan multiplier effects lainnya.
Menurut catatan Agus, industri batik saat ini mencapai 47 ribu unit yang tersebar di 101 sentra dengan serapan tenaga kerja sebanyak lebih dari 200 ribu orang. “Kami akan terus mendorong industri batik sesuai standar dan bisa bersaing secara global.”
Negara tujuan utama ekspor batik antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.
