Dear Investor, Cek Poin Penting Kolaborasi GoTo dengan TikTok Shop Berikut Ini
- Pendapatan fee yang berasal dari transaksi penjualan di Tokopedia maupun TikTok Shop akan ditetapkan sebagai pendapatan bersih bagi GOTO.

Drean Muhyil Ihsan
Author


JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merilis presentasi terbarunya mengenai kolaborasi dengan TikTok Shop.
Pada paparan tersebut, terdapat sejumlah poin utama. Misalnya GOTO akan menerima pendapatan service fee dari transaksi Tokopedia (core GMV), yang ke depannya merupakan kombinasi bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia.
Investment Analyst Lead Stockbit Edi Chandren menjelaskan bahwa Core GMV merupakan transaksi yang telah terselesaikan atas barang fisik (physical goods).
“Ini tidak termasuk digital goods dan beberapa item luar biasa yang bernilai tinggi (extraordinary high value items) serta item-item lain yang disepakati untuk tidak diperhitungkan,” tulis dia dalam sebuah laporan yang dirilis Kamis, 14 Desember 2023.
Nantinya, pendapatan fee yang berasal dari transaksi penjualan di Tokopedia maupun TikTok Shop akan ditetapkan sebagai pendapatan bersih bagi GOTO, dan langsung masuk ke EBITDA perseroan.
- PT Timah Luncurkan Berbagai Program Dukung UMKM
- ICONNET Milik PLN Tembus Satu Juta Pelanggan
- Jiwasraya Ungkap Status 99,6 Persen Pemegang Polis yang Ikut dalam Restrukturisasi
Berdasarkan ilustrasi dari perseroan, GOTO akan menerima pendapatan fee sebesar US$11,4 juta atau sekitar Rp177 miliar (asumsi kurs Rp15.500) pada kuartal III-2023, berdasarkan core GMV sebesar US$2,9 miliar.
Pada periode yang sama, GOTO secara grup mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,6 triliun. Segmen e-commerce sendiri membukukan Rp1,5 triliun pendapatan bersih hingga September 2023. Ke depannya, Tokopedia juga tiidak akan lagi dikonsolidasikan ke dalam pencatatan buku GOTO.
Edi menilai menilai kolaborasi ini positif. Dengan pertumbuhan pesat TikTok Shop Indonesia ke depan, pendapatan fee bagi GOTO juga akan terus bertumbuh kencang.
“Selain itu, GOTO juga dapat memfokuskan sumber daya dan modal kepada lini bisnis layanan on-demand dan financial technology,” pungkasnya.

Chrisna Chanis Cara
Editor
