Dari Toko Besi, Nilam Sari Kembangkan 15 Gerai BRILink di Medan
- Berawal dari toko besi dan pangkalan elpiji, Nilam Sari mengembangkan 15 gerai BRILink Agen di Medan. Simak perjalanan usaha dan data jaringan BRILink.

Chrisna Chanis Cara
Author


MEDAN, TRENASIA.ID — Berawal dari toko besi dan pangkalan elpiji 3 kilogram, Nilam Sari mengembangkan bisnis layanan keuangan hingga mengelola 15 gerai BRILink Agen di kawasan perkebunan dan industri di Medan, Sumatera Utara.
Jaringan tersebut kini melayani beragam kebutuhan transaksi masyarakat, dengan aktivitas yang dapat mencapai ratusan transaksi per hari. Nilam memulai usaha BRILink Agen pada 2014 dengan menyediakan layanan pembayaran listrik, pembelian pulsa, dan pembayaran cicilan bagi pelanggan toko besi serta pangkalan gas miliknya.
Seiring meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat, layanan tersebut berkembang menjadi sumber aktivitas bisnis tersendiri. Perkembangan itu terlihat dari meningkatnya volume transaksi hingga ribuan transaksi per bulan. Perputaran modal usaha Nilam pun meningkat seiring bertambahnya layanan dan jangkauan gerai yang dikelolanya.
Kini, jaringan BRILink Agen milik Nilam melayani transaksi setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran listrik dan telepon, pembayaran cicilan, pengisian saldo BRIZZI, hingga pembelian pulsa. Ragam layanan tersebut memberi masyarakat alternatif untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan tanpa harus selalu mendatangi kantor bank.
Kebutuhan layanan tarik tunai turut meningkat seiring perubahan sistem pembayaran upah pekerja perkebunan di wilayah tersebut. Ketika pekerja yang sebelumnya menerima upah tunai melalui mandor mulai memanfaatkan layanan perbankan, kebutuhan untuk mengakses uang tunai melalui agen ikut berkembang.
Untuk melayani masyarakat dengan lebih fleksibel, Nilam membuka gerainya mulai pukul 07.00 hingga 23.00. Jam operasional tersebut memberikan alternatif bagi warga ketika kantor bank belum buka, antrean perbankan panjang, atau mesin ATM kehabisan uang tunai.
Dalam mengembangkan usahanya, Nilam mendapat pendampingan dari Sri Wahyuni, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) Branch Office BRI Medan Gatot Subroto. Pendampingan dilakukan melalui komunikasi dengan agen untuk mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlangsungan layanan.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perjalanan Nilam menunjukkan bagaimana layanan keuangan berbasis keagenan dapat berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi peluang usaha.
“Konsistensi Nilam selama lebih dari satu dekade menunjukkan bahwa BRILink Agen dapat berkembang dengan memahami kebutuhan masyarakat. BRI terus memperkuat peran para agen agar layanan keuangan semakin mudah dijangkau, sekaligus membuka peluang usaha dan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” ujar Dhanny.
Jaringan BRILink Tembus 1 Juta Agen
Perkembangan usaha Nilam berlangsung di tengah perluasan jaringan layanan keuangan BRI melalui BRILink Agen. Hingga akhir September 2026, BRI mencatat lebih dari 1 juta agen yang menjangkau lebih dari 60.000 desa atau sekitar 80% desa di Indonesia.
Jaringan tersebut membukukan sekitar 750 juta transaksi dengan volume transaksi atau sales volume mencapai Rp1.270 triliun. Aktivitas BRILink Agen juga menghasilkan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income sebesar Rp1,3 triliun serta mendukung penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) sebesar Rp32 triliun.
Besarnya jaringan tersebut menunjukkan bahwa layanan keuangan berbasis agen tidak hanya menjadi saluran transaksi bagi nasabah, tetapi juga bagian dari model bisnis perbankan untuk memperluas jangkauan layanan. Bagi pelaku usaha seperti Nilam, jaringan ini sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan sumber pendapatan dengan memanfaatkan kebutuhan transaksi di lingkungan sekitar.
Dari satu toko besi dan pangkalan elpiji, usaha Nilam berkembang menjadi 15 gerai layanan keuangan. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana kebutuhan transaksi sehari-hari dapat menjadi peluang usaha ketika layanan yang tersedia mampu mengikuti kebutuhan masyarakat.

Chrisna Chanis Cara
Editor
