Nasional & Internasional

Dari Rugi Rp333,2 Miliar, Laba Bersih Siloam Hospital Melesat 366 Persen

  • Rumah Sakit Siloam mencatat laba bersih mengalami kenaikan hingga 366% dari total kerugian bersih minus Rp333,2 miliar tahun fiskal 2019 hingga Rp125 miliar...

JAKARTA- Rumah Sakit Siloam mencatat kenaikan laba bersih hingga 366% dari total kerugian bersih minus Rp333,2 miliar tahun fiskal 2019 hingga Rp125 miliar pada tahun fiskal 2020 (Fiscal Year/FY2020).

Hal tersebut dijelaskan dalam rilis pers Rumah Sakit Siloam pada Kamis, 1 April 2020.

Laba per saham (LPS) FY2020 juga mengalami peningkatan hingga 391% dari minus Rp208,38 pada FY2019 menjadi Rp71,52.

Selain itu EBITDA FY2020 Rumah Sakit Siloam meningkat 37,4% menjadi Rp1,19 triliun dibandingkan dengan EBITDA FY2019 sebesar Rp871 miliar.

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) merupakan pendapatan suatu institusi sebelum dikurangi dengan nilai depresiasi dan amortisasi.

Pertumbuhan EBITDA menghasilkan pertumbuhan arus kas pula, sebagaimana arus kas operasional Siloam yang mengalami peningkatan sebesar 105% atau Rp1,34 triliun pada FY2020 dari Rp652 miliar pada FY2019.

Kemudian arus kas bertumbuh meningkat 762% dari Rp122 miliar pada FY2019, menjadi Rp1,1 triliun pada FY2020.

Sehingga saldo kas Siloam mencapai Rp907 miliar pada FY2020, lebih tinggi 189% dibandingkan dengan Rp314 miliar pada FY2019.

Namun, demi memprioritaskan keamanan staf dan pasien, Siloam telah mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp196 miliar.

Biaya tambahan tersebut ditujukan untuk tunjangan masa sulit, alat perlindungan diri dan tambahan tes COVID-19 untuk karyawan selama 2020.

Meskipun demikian, Rumah Sakit Siloam akan mengembalikan sebagian labanya kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Siloam akan membayarkan dividen biasa sebesar Rp56 miliar atau 45% dari laba bersih.

Selain itu, Siloam juga akan membayar satu kali dividen khusus sebesar Rp170 miliar.

Sehingga, pemegang saham akan menerima Rp226 miliar dalam bentuk dividen untuk tahun 2020. Jumlah dividen akan ditentukan dalam keputusan RUPS.