Dari Jay Park hingga Zico, Idol Terjun ke Dunia Produksi
- Semakin banyak pula grup K-pop rookie yang debut di bawah arahan artis yang pernah berdiri di panggung yang sama.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Seiring semakin banyak mantan idol yang terjun ke peran eksekutif dan produksi, semakin banyak pula grup K-pop rookie (pendatng baru) yang debut di bawah arahan artis yang pernah berdiri di panggung yang sama.
Mulai dari Jay Park dengan LNGSHOT, Zico dengan BOYNEXTDOOR, hingga Kim Jaejoong dengan Say My Name, idol yang beralih menjadi produser muncul sebagai kekuatan baru dalam membentuk kembali cara generasi K-pop berikutnya dilatih, dipromosikan, dan diposisikan.
“Hubungan kami dibangun atas dasar kepercayaan. Saya tidak ingin hubungan yang seperti, ‘Saya CEO-mu, jadi kamu harus mengikuti semua kata saya,’” kata Jay Park saat showcase debut LNGSHOT pada 13 Januari 2026.
“Saya mencoba berkomunikasi sebanyak mungkin agar bisa menyalurkan pengalaman yang saya miliki,” imbuhnya.
Sebagai salah satu figur penting dalam hip-hop Korea, Jay Park juga pernah menjadi anggota grup idol 2PM yang debut pada 2008. Sejak debut LNGSHOT pada Januari 2026, musisi berusia 38 tahun itu menekankan pentingnya membangun hubungan yang dekat dan mudah didekati dengan para anggota, dengan memanfaatkan pelajaran yang ia peroleh sepanjang kariernya.
Arah musik LNGSHOT juga mencerminkan pengaruhnya. Grup ini condong ke hip-hop dan R&B, dan telah menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Lagu debut mereka, Moonwalkin’, berhasil menempati peringat ke-30 di tangga lagu Melon Hot 100 dalam waktu 100 hari setelah dirilis.
Pendekatan Jay Park mencerminkan perubahan yang lebih luas di industri K-pop, ketika para artis yang dulu merasakan langsung tekanan kehidupan sebagai idol kini berperan membimbing generasi baru dari balik layar.

Contoh menonjol lainnya adalah BOYNEXTDOOR yang debut pada 2023 di bawah KOZ Entertainment, perusahaan yang dipimpin produser sekaligus rapper Zico.
Zico yang memulai debutnya pada 2011 sebagai anggota boy band Block B yang kini sudah tidak aktif, menjabat sebagai CEO sekaligus produser utama dan terlibat langsung dalam membentuk identitas musik grup tersebut.
Lagu If I Say, I Love You yang dirilis pada Januari 2025, menduduki puncak tangga lagu domestik tahun lalu, memperkuat status BoyNextDoor sebagai boy band yang sedang naik daun. Grup ini juga meraih empat penghargaan di Melon Music Awards pada tahun ini, termasuk kategori grup pria terbaik.
Sementara itu, Kim Jaejoong, yang menjadi salah satu grup pop paling sukses di Asia pada tahun 2000-an, juga bergabung dengan jajaran produser idola, dengan mendebutkan girl group Say My Name pada tahun 2024. Grup ini, yang termasuk Hitomi dari IZ*ONE yang telah bubar, telah merilis tiga EP dan baru-baru ini menyelesaikan tur Asia pertama mereka.
Seiring semakin banyak artis yang beralih ke posisi kepemimpinan, keterlibatan mereka tidak hanya sebatas membimbing. Para CEO yang juga produser kini semakin menjadi bagian dari strategi branding grup mereka, sering muncul bersama idol rookie dalam video promosi dan konten siaran untuk menonjolkan citra yang kolaboratif dan mudah didekati.
Jay Park, misalnya, tampil sebagai cameo dalam video musik LNGSHOT untuk lagu Saucin’ dan ikut tampil bersama grup tersebut di acara besar seperti Melon Music Awards, dan aktif mempromosikan mereka dalam berbagai showcase pers. Keterlibatan langsung ini berbeda dari struktur agensi K-pop yang lebih konvensional, di mana para eksekutif biasanya berada di balik layar.
Dinamika BOYNEXTDOOR dengan Zico juga menarik perhatian. Sebuah video penampilan mereka di The Seasons — Zico’s Artist, musim kelima dari acara bincang-bincang musik KBS yang dipandu Zico pada 2024, melampaui 1,5 juta penayangan di YouTube.
Dalam klip tersebut, grup ini membawakan lagu-lagu Zico dan dengan santai membagikan foto-foto lamanya, menampilkan hubungan senior dan junior yang terasa lebih kolaboratif daripada hierarkis.
Para pengamat industri menilai hubungan semacam ini sangat menarik bagi audiens. Dinamika yang lebih santai antara idol yang kini menjadi produser dan para rookie muncul sebagai daya tarik promosi tersendiri, membantu grup-grup tersebut tampil berbeda dari struktur K-pop yang lebih tradisional dan hierarkis.
“Seringkali, penggemar idola yang juga produser secara alami tertarik pada grup-grup baru yang mereka awasi, memberikan dukungan awal yang dapat memberikan awal yang kuat bagi para pendatang baru,” ujar kritikus budaya Kim Heon sik kepada The Korea Herald pada Minggu, 22, Februari 2026.
“Pada saat yang sama, karena K-pop berkembang melalui interaksi langsung dengan penggemar, merupakan suatu kekuatan jika para produser memiliki pengalaman langsung berkomunikasi dengan fandom sebagai idola sendiri. Mereka dapat meneruskan pengetahuan yang telah mereka kumpulkan dan lebih berempati dengan artis junior mereka,” jelasnya.

Distika Safara Setianda
Editor
