Tren Ekbis

Dari Dapur Rumahan, UMKM BUNCY Tumbuh Berkat Sertifikasi Halal BRI Peduli

  • BUNCY, UMKM camilan asal Cimahi, sukses meningkatkan omzet usai memperoleh sertifikasi halal melalui program BRI Peduli. Legalitas produk membuka akses pasar yang lebih luas.
WhatsApp Image 2026-07-20 at 11.20.54.jpeg
Lucy Emilda, pemilik usaha camilan BUNCY di Kota Cimahi, Jawa Barat. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Sertifikasi halal kini tidak lagi sekadar menjadi pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi salah satu strategi bisnis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Hal itu dirasakan langsung oleh Lucy Emilda, pemilik usaha camilan BUNCY di Kota Cimahi, Jawa Barat. Usaha rumahan yang memproduksi cheese stick itu lahir pada 2020, saat pandemi COVID-19 memaksa banyak keluarga mencari sumber penghasilan alternatif.

Berbekal dapur sederhana dan resep yang dikembangkan sendiri, Lucy mulai memasarkan produknya sebagai upaya menopang ekonomi keluarga. Namun, di tengah ketatnya persaingan industri makanan ringan, ia menyadari kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan pasar. 

Kepercayaan konsumen menjadi faktor penting, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keamanan pangan dan kehalalan produk. "Usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen," ujar Lucy.

Sertifikasi Halal Jadi Modal Bersaing

Kesadaran itu mendorong Lucy mengikuti Program Sertifikasi Halal BRI Peduli, bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI yang bertujuan membantu UMKM memenuhi aspek legalitas usaha.

Setelah memperoleh sertifikat halal, Lucy melanjutkan pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) untuk memperkuat legalitas produknya.

Menurutnya, kombinasi kedua sertifikasi tersebut membuka peluang yang lebih luas untuk memasarkan produk ke berbagai saluran distribusi. "Setelah memiliki sertifikasi halal, saya lanjut mengurus PIRT. Dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya," katanya.

Lucy mengaku proses pendampingan yang diberikan selama program menjadi nilai tambah karena membantu pelaku UMKM memahami tahapan administrasi hingga persyaratan sertifikasi.

"Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal. Dengan kemudahan syarat dan administrasi serta petunjuk dari petugas, saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini," ujarnya.

Industri Halal Jadi Peluang UMKM

Langkah yang ditempuh Lucy sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap produk halal, baik di pasar domestik maupun global.

Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) menunjukkan konsumsi produk halal dunia terus meningkat, mencakup sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga fesyen. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki peluang besar menjadi produsen produk halal, bukan hanya pasar.

Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga terus memperluas program sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, seiring implementasi kewajiban sertifikasi halal secara bertahap untuk berbagai kategori produk pangan.

Bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian bagi konsumen, tetapi juga menjadi salah satu syarat untuk memasuki pasar modern, mengikuti pengadaan pemerintah, hingga membuka peluang ekspor ke negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Legalitas Dorong Pertumbuhan Usaha

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan BRI melalui program BRI Peduli terus mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal.

Menurutnya, legalitas produk menjadi salah satu fondasi agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk memperluas akses pasar dan mendorong UMKM naik kelas," ujar Hendy.

Selain membantu proses sertifikasi, program tersebut juga membekali pelaku usaha dengan pemahaman mengenai pengelolaan bisnis dan pentingnya menjaga mutu produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Kini BUNCY terus berkembang dari usaha rumahan menjadi merek camilan yang memiliki legalitas lebih lengkap dan akses pasar yang semakin luas.

Bagi Lucy, perjalanan usahanya membuktikan bahwa peningkatan kapasitas pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada modal finansial, tetapi juga pada akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.