Tren Ekbis

Dari Bayar Wartef ke Panggung Dunia, QRIS Kian Go International

  • Dari 1,6 juta pengguna di 2019 sampai hampir 60 juta di 2025, dan sekarang bisa dipakai di Tokyo sampai Seoul. Inilah cerita QRIS yang jarang diceritakan utuh
QRIS
Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. / Bi.go.id

(Bank Indonesia)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Kamu pasti sudah biasa scan QRIS buat bayar kopi, parkir, atau bayar makan siang. Tapi tahukah kamu bahwa kode QR yang terlihat sederhana itu sekarang sedang jadi alat diplomasi ekonomi Indonesia di panggung global?

QRIS, singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, bukan lagi sekadar pengganti uang receh. Bank Indonesia sedang membangunnya menjadi infrastruktur pembayaran lintas negara, dan angka-angkanya serius.

Sebelum 2019, bayar pakai QR code di Indonesia itu ribet. Setiap bank dan dompet digital punya standar QR masing-masing, GoPay beda sama OVO, OVO beda sama LinkAja. Merchant harus pasang banyak stiker, konsumen bingung harus buka aplikasi mana.

Bank Indonesia kemudian meluncurkan QRIS pada 17 Agustus 2019 sebagai standar nasional yang menyatukan seluruh QR code pembayaran agar semua penyedia jasa sistem pembayaran bisa saling terhubung. Satu QR, semua aplikasi bisa baca. 

Simpel, tapi dampaknya masif, visinya juga bukan cuma soal teknologi. QRIS dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang mudah, cepat, murah, aman, dan andal, sekaligus mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi UMKM.

Baca juga : Dampak Ekonomi Saat QRIS Dipakai di Banyak Negara

Timeline : 6 Tahun QRIS Berevolusi

  • 2019 - Lahir QRIS diluncurkan dengan 1,6 juta pengguna perdana.
  • 2020–2021 - Naik Daun karena Pandemi QRIS menjadi solusi transaksi aman di tengah pandemi, sekaligus membantu UMKM tetap bertahan. Sistem ini mulai dipakai di pasar tradisional, warung kopi, sektor transportasi, bahkan untuk pembayaran pajak daerah dan retribusi parkir.
  • 2022–2023 - ASEAN Mulai Terhubung Thailand menjadi negara pertama yang terkoneksi dengan QRIS Indonesia pada 2022. Setahun kemudian, layanan diperluas ke Malaysia dan Singapura pada 2023.
  • 2024 - Asia Timur Masuk Radar Kerja sama lintas batas diperluas ke Jepang dan Korea Selatan, sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi.
  • 2025 - Fitur Makin Canggih QRIS Tap berbasis NFC diluncurkan pada Maret 2025, memungkinkan transaksi tanpa sentuh hanya dalam 0,3 detik, lebih cepat dari scan QR manual.
  • 2026 - Target Ambisius "17-8-45" Bank Indonesia menetapkan strategi berlabel kemerdekaan: 17 miliar transaksi, ekspansi ke 8 negara, dan 45 juta merchant, ditambah target 60 juta pengguna aktif.

Angka-Angka yang Perlu Kamu Tahu

Kalau kamu pikir pertumbuhan QRIS biasa-biasa saja, coba lihat datanya:

Sepanjang 2025, QRIS mencatat 13,66 miliar transaksi, jauh melampaui target awal yang hanya 6,5 miliar. Merchant yang terdaftar mencapai 42 juta, dengan sekitar 90% di antaranya adalah pelaku UMKM. 

Dari sisi nilai, transaksi QRIS tumbuh 139,99% secara tahunan sepanjang 2025, dari Rp659,9 triliun menjadi Rp1.486,8 triliun. Lalu memasuki Januari 2026 saja, nilai transaksi sudah menyentuh Rp164,48 triliun dengan volume 1,83 miliar transaksi tumbuh lebih dari 100% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

BI bahkan menargetkan nilai transaksi QRIS mencapai Rp3.110,6 triliun di 2026, dan melonjak lagi ke Rp5.674,3 triliun pada 2027. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tapi cerminan perubahan perilaku jutaan orang Indonesia.

Negara Mana Saja yang Sudah Bisa Pakai QRIS?

Ini peta ekspansi internasional QRIS per 2026:

Sudah Aktif Penuh:

  • Thailand (2022) - negara pertama, koridor paling matang
  • Malaysia (2023) - favorit wisatawan Indonesia
  • Singapura (2023) - salah satu koridor transaksi terbesar
  • Jepang (2025) - resmi menerima QRIS sejak Agustus 2025, terutama di Tokyo, Osaka, dan area wisata populer.
  • Korea Selatan - baru resmi berlaku 1 April 2026 melalui kerja sama BI dan Bank of Korea.

Dalam Proses / Penjajakan: 

  • China,
  • India
  • Uni Emirat Arab
  • Arab Saudi.

Kenapa Ini Penting untuk Kamu?

Ini yang sering terlewat, skema yang digunakan QRIS antarnegara adalah penghubungan switching dengan settlement berbasis Local Currency Transaction (LCT), konversi langsung antar mata uang lokal, tanpa perlu lewat pihak ketiga. 

Artinya, biaya transaksi bisa lebih murah dari kartu kredit atau kartu debit internasional yang biasanya kena biaya konversi dan foreign transaction fee.

Di destinasi seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura, wisatawan Indonesia cukup scan QR lokal menggunakan aplikasi bank atau dompet digital Indonesia tanpa menukar uang tunai atau memasang aplikasi negara setempat.

Baca juga : Melihat Ekspansi QRIS Lintas Negara

Kalau kamu sering jalan-jalan ke luar negeri, implikasi langsungnya jelas: tidak perlu lagi ribet tukar uang atau khawatir biaya gesek kartu yang mahal. Cukup buka aplikasi mobile banking atau dompet digital Indonesia, scan, selesai.

Untuk pelaku UMKM, ini membuka pasar baru. Wisatawan dari negara mitra termasuk dari Jepang dan Korea yang angka kunjungannya ke Indonesia terus naik, bisa bayar langsung lewat sistem mereka ke merchant Indonesia.

Dan dalam skala lebih besar, ini adalah langkah Indonesia membangun kedaulatan sistem pembayaran digital di tengah dominasi jaringan kartu internasional yang selama ini menjadi satu-satunya pilihan transaksi lintas batas.