Tren Pasar

Daftar 5 Bank Papan Tengah Penguasa Aset Terbesar di RI 2025

  • Deretan bank lapis kedua penghuni sepuluh besar aset nasional sukses melesat tajam. BSI, CIMB, OCBC, Danamon, dan Permata raup Rp13.646 triliun pada tahun ini.
ChatGPT Image Mar 3, 2026 at 10_28_35 AM.png

JAKARTA, TRENASIA.ID – Kinerja industri perbankan nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan aset yang sangat stabil. Sepanjang tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan mencatat total aset bank umum sukses menyentuh level Rp13.646,41 triliun, atau berhasil melesat tajam 9,51% secara tahunan.

Lonjakan aset perbankan nasional ternyata tidak hanya digerakkan oleh dominasi mutlak lima bank penguasa utama. Kelompok perbankan papan tengah dari kategori KBMI III terbukti tampil agresif menantang pasar, menorehkan pertumbuhan aset signifikan 19,52% hingga mencapai level Rp3.725,44 triliun.

Peringkat keenam hingga kesepuluh dalam daftar aset terbesar nasional kini diisi oleh satu entitas bank syariah dan empat swasta. Secara akumulatif, gabungan aset BSI, CIMB Niaga, OCBC, Danamon, dan Permata Bank sukses menyentuh angka fantastis mencapai total Rp1.681,07 triliun.

Pertumbuhan Bank Syariah

Menempati urutan keenam secara nasional, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mencetak total aset sebesar Rp456,19 triliun. Bank berkode emiten BRIS ini mencatatkan pertumbuhan 11,64% dari periode sebelumnya, membuktikan bahwa industri perbankan syariah terus menunjukkan perkembangan positif di sektor keuangan negara.

Pertumbuhan aset ini terwujud berkat peningkatan penyaluran pembiayaan syariah yang naik 26,16% menjadi Rp147,76 triliun. Keberhasilan perseroan meramu produk pembiayaan yang modern dan kompetitif sukses menarik minat nasabah baru dan memperluas pangsa pasar layanan keuangan syariah di Indonesia.

Peningkatan aset tersebut juga didukung oleh himpunan DPK sebesar Rp289,38 triliun yang naik 14,37% secara tahunan. Keseluruhan kinerja operasional yang dikelola secara profesional ini secara langsung mendongkrak ketahanan bisnis perseroan, di mana BRIS membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp7,56 triliun.

Stabilitas CIMB Niaga

Posisi ketujuh nasional berhasil ditempati oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) yang mengamankan total aset sebesar Rp372,69 triliun sepanjang 2025. Bank swasta dengan kode emiten BNGA ini menampilkan kinerja yang stabil melalui pertumbuhan aset 3,46% di tengah berbagai dinamika makroekonomi yang terjadi sepanjang tahun.

Stabilitas aset perseroan ditopang oleh penyaluran kredit yang meningkat sebesar 8,87% menjadi Rp182,58 triliun. Fokus utama bank pada segmen pembiayaan konsumen, kredit kendaraan bermotor, serta pengembangan kapabilitas layanan korporasi membuat kualitas aktiva produktif perseroan tetap terjaga dengan baik.

Disiplin dalam menjaga efisiensi operasional terlihat dari keberhasilan perseroan menghimpun DPK sebesar Rp270,52 triliun, naik 3,79% secara tahunan. Pengelolaan manajemen BNGA yang fokus pada pengendalian biaya dana sukses menopang profitabilitas perusahaan, dibuktikan dengan raihan laba bersih konsolidasian sebesar Rp6,93 triliun.

Kinerja Positif OCBC NISP

Pencapaian pertumbuhan juga ditorehkan oleh PT Bank OCBC NISP Tbk. yang berada di posisi kedelapan dengan penguasaan aset mencapai Rp308,14 triliun. Emiten perbankan bersandi saham NISP tersebut menorehkan pertumbuhan aset 9,66% dari tahun sebelumnya, menegaskan strategi bisnis perseroan yang terarah pada segmen komersial.

Performa aset tersebut ditunjang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp167,21 triliun, mencatatkan kenaikan 2,03% secara tahunan. Pertumbuhan bisnis yang terukur ini membuktikan bahwa perseroan mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit sebagai langkah mitigasi risiko terhadap kualitas aset.

Peningkatan likuiditas perseroan terlihat dari raihan DPK yang tumbuh 18,25% menjadi Rp243,51 triliun sepanjang 2025. Kepercayaan nasabah untuk menempatkan dananya di perseroan menjadi katalis bagi NISP untuk mencatat kinerja keuangan yang positif, dengan raihan laba bersih konsolidasian sebesar Rp5,05 triliun.

Portofolio Bank Danamon

Mengisi urutan kesembilan nasional, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) mencatatkan pencapaian kinerja melalui raihan aset senilai Rp275,71 triliun. Bank bersandi saham BDMN ini berhasil mengukir pertumbuhan 11,19% dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar Rp247,96 triliun, didorong oleh peningkatan portofolio bisnis perusahaan.

Kinerja positif ini ditopang oleh penyaluran kredit perseroan yang tumbuh 10,21% menjadi Rp159,28 triliun. Kolaborasi perseroan dengan ekosistem grup perusahaan yang terintegrasi menjadi salah satu penyokong utama dalam mendistribusikan pembiayaan secara efektif ke sektor riil dan komersial.

Melengkapi ekspansi di sisi pembiayaan, BDMN juga mencatat kenaikan DPK sebesar 15,76% menjadi Rp174,17 triliun. Sinergi operasional yang efisien tersebut pada akhirnya bermuara pada pencapaian kinerja keuangan yang baik, dengan pembukuan laba bersih konsolidasian perseroan yang mencapai nilai Rp4,19 triliun.

Konsistensi Permata Bank

Menutup daftar sepuluh besar bank dengan aset terbesar di Indonesia, PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan total aset senilai Rp268,34 triliun. Bank dengan kode emiten BNLI tersebut menampilkan laju pertumbuhan aset yang stabil di angka 3,58%, sejalan dengan strategi pertumbuhan organik perusahaan pada tahun ini.

Bisnis perseroan dijaga secara konsisten melalui penyaluran kredit yang berhasil ditingkatkan sebesar 8,37% menjadi Rp139,48 triliun. Kemampuan perseroan untuk terus mengembangkan produk perbankan serta integrasi layanan digital sukses menjadi pendukung utama dalam mempertahankan bisnis di tengah persaingan industri.

Penghimpunan dana dari nasabah turut menyumbang pertumbuhan DPK sebesar 3,93% menjadi Rp192,81 triliun hingga akhir tahun. Rekam jejak dalam mengelola portofolio risiko menjadikan BNLI mampu mempertahankan rentabilitas usahanya dengan perolehan laba bersih konsolidasian senilai Rp3,58 triliun pada tahun pembukuan 2025.