Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Targetkan Laba Naik 10 Kali Lipat Usai IPO
- Emiten distributor gas alam PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) meraup dana Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp179,62 miliar.

Laila Ramdhini
Author


JAKARTA - Emiten distributor gas alam, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS), mematok target agresif setelah resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
CGAS menargetkan penjualan mencapai Rp1 triliun dalam lima tahun ke depan, atau meningkat empat kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023. Perseroan juga menargetkan laba bersih meningkat sampai 10 kali lipat dalam jangka waktu lima tahun dibanding 2022.
Direktur Utama CGAS Andika Purwonugroho mengungkapkan, untuk tahun 2024, Citra Nusantara Gemilang menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 20%-30% secara tahunan atau year on year (yoy).
"Kami menargetkan revenue meningkat 20 sampai 30 persen (yoy), sedangkan laba 4 sampai 5 persen tahun 2024," ujar Andika, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 8 Januari 2023.
Andika mengatakan keputusan IPO merupakan langkah perseroan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan dan menguatkan stabilitas keuangan.
- Perdagangan Pertama Tahun Ini, Saham EMTK hingga SCMA Layak Dicermati
- Jurus Rizal Ramli Tekan Utang Luar Negeri Indonesia di Era Gus Dur
- Prakiraan Cuaca Besok dan Hari Ini 03 Januari 2024 untuk Wilayah DKI Jakarta
CGAS resmi mencatatkan saham perdana atau IPO dengan melepas sebanyak 531 juta lembar saham senilai Rp50 per saham. Angka ini setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dari IPO ini, perseroan berhasil meraih dana senilai Rp179,62 miliar.
CGAS menawarkan harga IPO senilai Rp338 per saham atau berada di batas atas harga penawaran awal (book building) sekitar Rp284-Rp338 per saham.
Ekspansi Mother Station
Andika menjelaskan, sebesar 90% dana dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk belanja modal (capex) untuk membangun LNG station di Galian Field Tambun Zone 7 Regional 2. Sedangkan sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja.
Selain itu, ke depan, perseroan juga berencana melakukan ekspansi usaha ke beberapa daerah, dengan membangun mother station baru yang lebih mendekati target pasar.
Pertama, mother station di Grobogan Purwodadi, Jawa Tengah, berkapasitas plant 1,5 MMSCFD.
Kemudian, mother station di Majalengka berkapasitas plant 1 MMSCFD. Lalu mother station di Manyar, Gresik, Jawa Timur berkapasitas plant 2MMSCFD.
“Harapannya dengan pendistribusian lokasi usaha, maka perseroan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak konsumen dari berbagai segmen,” ujar Andhika.

Amirudin Zuhri
Editor
