Tren Pasar

Cenderung Stabil, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini?

  • Rupiah dibuka stabil di Rp18.075 per dolar AS, melemah tipis 2 poin. Pasar menunggu keputusan The Fed yang akan menentukan arah dolar dan rupiah.
Uang dolar dan rupiah.jpg
Uang dolar dan rupiah26 (Istimewa8. )

JAKARTA, TRENASIA.ID — Nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis, 30 Juli 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.075 per dolar AS, melemah tipis 2 poin atau 0,01% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.073 per dolar AS.

Pergerakan yang terbatas tersebut menunjukkan pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter Federal Open Market Committee (FOMC) yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan dolar AS dan mata uang global.

Sehari sebelumnya, rupiah justru berhasil mengakhiri tren pelemahan setelah ditutup menguat 10 poin atau 0,06% dari Rp18.083 menjadi Rp18.073 per dolar AS. 

Penguatan tersebut didorong oleh pelemahan indeks dolar AS karena investor mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar menjelang keputusan bank sentral Amerika Serikat.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan perhatian investor masih sepenuhnya tertuju pada hasil rapat The Fed.

"Perhatian investor masih tertuju pada hasil rapat yang akan diumumkan nanti malam. Menjelang keputusan tersebut, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi sehingga indeks dolar AS (DXY) bergerak melemah," ujarnya, dikutip dari Antara News.

Menurut Amru, pelemahan dolar AS memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih kuat. Ketika permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven menurun, tekanan terhadap mata uang negara berkembang biasanya ikut mereda.

Meski demikian, arah rupiah dalam jangka pendek masih sangat bergantung pada hasil rapat FOMC dan terutama sinyal yang disampaikan The Fed mengenai prospek suku bunga pada sisa tahun ini. 

Jika bank sentral AS mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi dan membuka peluang pelonggaran kebijakan ke depan, tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. 

Sebaliknya, pernyataan yang lebih hawkish berpotensi kembali mengangkat indeks dolar AS dan menekan mata uang emerging markets.

Apa artinya bagi masyarakat? Pergerakan rupiah yang relatif stabil menunjukkan belum ada perubahan besar pada sentimen pasar. Bagi masyarakat, kondisi ini berarti risiko kenaikan harga barang impor akibat pelemahan kurs masih relatif terbatas dalam jangka pendek.

Namun, pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor dan investor tetap perlu mencermati arah kebijakan The Fed. Keputusan tersebut akan memengaruhi nilai tukar rupiah, arus modal asing, hingga pergerakan pasar keuangan Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.

Selain hasil rapat FOMC, investor akan mencermati arah indeks dolar AS (DXY), perkembangan inflasi Amerika Serikat, serta respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Kombinasi faktor-faktor tersebut diperkirakan menjadi penentu utama arah rupiah pada perdagangan berikutnya.