Industri

Cadangan Pemulihan Ekonomi Nasional Rp33 Triliun Digeser untuk PMN

  • Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalihkan cadangan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp33 triliun menjadi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN dan beberapa lembaga lain.
Serapan Dana PEN UMKM.jpg
Perajin menyelesaikan pembuatan batik di Sentra Kerajinan Batik Tradisiku, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 24 Agustus 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalihkan cadangan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp33 triliun menjadi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN dan beberapa lembaga lain.

"Untuk investasi BUMN sebesar Rp17 triliun, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Rp15 triliun, dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  Senin  8 November 2021.

Ia merinci, investasi BUMN akan diberikan kepada PT Hutama Karya sebesar Rp9 triliun untuk kelanjutan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang meliputi empat ruas tol, yakni ruas Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Parapat, serta Binjai-Langsa.

Kemudian, PT Waskita Karya akan mendapatkan Rp7,9 triliun untuk penguatan permodalan investasi tujuh ruas tol, yakni Kayu Agung-Palembang-Betung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Bogor-Ciawi-Sukabumi, Cimanggis-Cibitung, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Pasuruan-Probolinggo, serta Pejagan-Pemalang.

Sri Mulyani melanjutkan LPI juga akan mendapatkan Rp15 triliun untuk pemenuhan kebutuhan modal yang dipenuhi dari APBN sebesar Rp30 triliun, dari keseluruhan kebutuhan modal Rp75 triliun.

Adapun pada 2020, pemerintah sudah merealisasikan modal awal LPI sebesar Rp15 triliun. "Jadi ini pemenuhan modal kedua, sehingga ekuitas awal LPI bsia terpenuhi seluruhnya Rp30 triliun, sedangkan sisanya Rp45 triliun akan berasal dari saham-saham BUMN," katanya dilansir dari Antara

Sementara, Badan Bank Tanah akan mendapatkan Rp1 triliun dari pemanfaatan cadangan PEN, untuk memenuhi modal awal Rp2,5 triliun.