Korporasi

Bundamedik (BMHS) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Non-COVID-19 Naik 30 Persen pada 2023

  • PT Bundamedik Tbk (BMHS) menargetkan pertumbuhan pendapatan non COVID-19 sebesar 20-30% pada 2023 mendatang.
bmhs klinik diagnos - panji 7.jpg
Analis laboratorium sedang mengoperasikan alat di Laboratorium Diagnos,kini layanan laboratorium pemeriksaan lengkap dapat diakses oleh pasien-pasien di Klinik Permata Bunda, Bekasi. Selasa 26 Juli 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - PT Bundamedik Tbk (BMHS) menargetkan pertumbuhan pendapatan non COVID-19 sebesar 20-30% pada 2023 mendatang. 

Managing Director Bundamedik Nurhadi Yudiyantho mengatakan target pertumbuhan pendapatan non COVID-10 tersebut menyesuaikan dari target pertumbuhan pada tahun ini yakni 23% dari revenue tahun lalu atau setara dengan EBITDA sebesar Rp350 miliar.

"Jejak EBITDA margin perusahaan yang terjaga dengan baik di 23 persen pada semester I-2022 yang mana EBITDA Margin dan pertumbuhan EBITDA yang konsisten naik 1 persen setiap tahunnya," kata Nurhadi dalam acara Public Expose pada Senin, 12 September 2022.

Menurut Nurhadi pada semester ini perseroan telah mencatatkan EBITDA sebesar Rp169 miliar dan diprediksi dapat bertumbuh sebesar 10% di semester II-2022. Sehingga pada akhir 2022 ini EBITDA dapat mencapai Rp350 miliar. 

Nurhadi menambahkan, hingga semester I-2022, perseroan telah menyerap belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp318 miliar. Di mana, capex tersebut didistribusikan dari pembelian empat rumah sakit baru yaitu RSIA Azzahra Palembang, RSU Citra Harapan Bekasi, RSIA Pusura Tegalsari Surabaya, dan RSJP Paramarta Bandung. 

Pertumbuhan tempat tidur naik 54% dari 414 tempat tidur di semester I-2021 menjadi 639 di semester I-2022. Jumlah pasien rawat inap dan pasien rawat jalan tercatat masing-masing naik 42% dan 12% secara yoy. Untuk bedah elektif, pertumbuhannya tercatat naik hingga 41%.

Hingga saat ini, BMHS menjadi ekosistem terintegrasi yang melingkupi sembilan rumah sakit Bunda Group, sepuluh klinik bayi tabung Morula, 126 klinik satelit fertilitas Klinik Fertilitas Indonesia, 40 Outlet Diagnosis, lebih dari 150 jejaring klinik layanan primer Klinik Pintar, tim Evakuasi Medis ER, dan pelayanan wisata medis IMTB.

Tags: