Industri

BUMN Pegadaian Cari Utang Rp4 Triliun

  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pegadaian (Persero) menerbitkan surat utang berupa obligasi dan sukuk dengan nilai total Rp4,045 triliun. Kedua surat utang ini mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 7 April 2021.

<p>Nasabah melakukan transaksi di kantor pelayanan PT Pegadaian (Persero) Pusat, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020. Pandemi Covid-19 menyebabkan nasabah ingin mendapatkan dana cepat dengan menggadaikan mobilnya. Jumlah nasabah yang ingin menggadaikan kendaraannya di pegadaian pun terus meningkat. Saat ini gudang penyimpanan mobil gadai dengan kapasitas 220, telah terisi sebanyak 209 unit mobil yang digadaikan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Nasabah melakukan transaksi di kantor pelayanan PT Pegadaian (Persero) Pusat, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020. Pandemi Covid-19 menyebabkan nasabah ingin mendapatkan dana cepat dengan menggadaikan mobilnya. Jumlah nasabah yang ingin menggadaikan kendaraannya di pegadaian pun terus meningkat. Saat ini gudang penyimpanan mobil gadai dengan kapasitas 220, telah terisi sebanyak 209 unit mobil yang digadaikan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pegadaian (Persero) menerbitkan surat utang berupa obligasi dan sukuk dengan nilai total Rp4,045 triliun. Kedua surat utang ini mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 7 April 2021.

Perusahaan pelat merah tersebut akan merilis dua jenis surat utang, yakni Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap IV Tahun 2021 dengan nilai Rp3,28 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap IV Tahun 2021 dengan nilai Rp765 miliar yang dibagi dalam beberapa seri.

Obligasi Seri A (PPGD04ACN4) dengan nilai nominal Rp2.172.500.000.000 dengan jangka waktu 370 hari dan Obligasi Seri B (PPGD04BCN4) dengan nilai nominal Rp1.107.500.000.000 dengan jangka waktu 3 tahun.

Kemudian, Sukuk Mudharabah Seri A (SMPPGD01ACN4) dengan nilai nominal Rp599.200.000.000 dengan jangka waktu 370 hari. Lalu Sukuk Mudharabah Seri B (SMPPGD01BCN4) dengan nilai Rp165.800.000.000 dan jangka waktu 3 tahun.

Adapun hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap IV adalah idAAA dan Sukuk Tahap IV adalah idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

“Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 21 emisi dari 17 emiten senilai Rp24,63 triliun,” tulis manajemen BEI, Rabu 7 April 2021.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 480 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp436,15 triliun dan US$47,5 juta yang diterbitkan oleh 129 emiten.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 143 seri dengan nilai Rp4.169,77 triliun dan US$400,00 juta. Kemudian, EBA sebanyak 11 emisi dengan nominal Rp6,89 triliun. (SKO)