Bukalapak Masuk Daftar Perusahaan Paling Moncer di Asia Pasifik
Surat kabar asal Inggris, Financial Times menobatkan Bukalapak menjadi perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi ke-14 di Asia Pasifik atau kedua di Indonesia.

wahyudatun nisa
Author


Logo baru Bukalapak. / Facebook @bukalapak
(Istimewa)Surat kabar asal Inggris, Financial Times menobatkan Bukalapak menjadi perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi ke-14 di Asia Pasifik atau kedua di Indonesia.
Hal itu didapatkan dari hasil penelitian Financial Times bersama Statista yang telah menyusun FT 500 high growth companies Asia Pacific 2020. Di dalamnya berisi daftar 500 perusahaan dengan pertumbuhan tertinggi antara tahun 2015 hingga 2018 di kawasan Asia Pasifik dari berbagai sektor.
Senior Corporate Communications Manager Bukalapak Gicha Graciella mengatakan laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) perusahaannya mencapai 255,5% dalam kurun waktu 2015-2018.
“Adapun tingkat pertumbuhan pendapatan secara tahunan sebesar 4.393,2%,” kata Gicha di Jakarta, Rabu, 22 April 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Adanya pandemi COVID-19 tidak menyurutkan pertumbuhan e-commerce asal Indonesia ini. Gicha menyebutkan saat ini pengguna Bukalapak telah mencapai 92 juta orang.
Selama Maret 2020, Bukalapak mencatat kenaikan nilai transaksi sebesar 20% dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh tingginya transaksi produk bahan pokok yang mencapai 3,5 kali lebih besar.
Kemudian, produk makanan minuman transaksinya juga meningkat hingga dua kali lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Bumbu herbal, bumbu instan, serta minuman herbal seperti jahe dan curcuma menjadi produk makanan minuman yang paling dicari selama Maret 2020.
Selain itu, permintaan masker juga meningkat secara signifikan hingga 95% dari bulan sebelumnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesedaran masyarakat akan kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Permintaan terhadap produk vitamin juga mengalami kenaikan sebesar 30% selama bulan ini.
Di sisi lain, produk hobi dan games meningkat 70% pada Maret 2020. Lantaran hampir sebagian besar masyarakat sudah mengurangi aktifitasnya di luar rumah sebagai tindak lanjut dari imbauan pemerintah untuk bekerja di rumah maupun belajar di rumah.
Secara rinci, produk seperti koleksi, mainan, makanan hewan peliharaan, akuarium, dan aksesoris serta peralatan berkebun menjadi produk yang paling diminati.
“Sebagai perusahaan tech-commerce yang lahir dan besar di Indonesia, Bukalapak bertekad untuk menciptakan perekonomian yang adil untuk semua. Melalui platform online dan offline-nya, Bukalapak memberikan kesempatan dan pilihan kepada semua orang untuk meraih hidup yang lebih baik,” kata dia.
E-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky itu hingga kini telah menjadi salah satu dari lima unicorn di Indonesia. Unicorn adalah istilah untuk perusahaan rintisan dengan valuasi US$1 miliar setara Rp15,5 triliun.
Tahun ini, Bukalapak mengejar status decacorn yang sudah lebih dulu diraih oleh Grab dan Gojek Indonesia. Status decacorn mengacu pada nilai valuasi start-up US$10 miliar. (SKO)
