Buka Puasa, Masjid Istiqlal Siapkan 10 Ribu Nasi Boks Gratis
- Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyediakan hingga 10 ribu porsi makanan buka puasa gratis untuk para jamaah selama Ramadan 1447 Hijriah.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Bulan Ramadan adalah momen yang penuh berkah. Selain itu, Ramadan juga lekat dengan tradisi buka bersama (bukber) yang menjadi momen untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.
Di sisi lain, puasa Ramadan terasa lebih panjang bagi anak kos. Bagaimana tidak, Generasi Z atau Gen Z yang tinggal sendirian dituntut untuk lebih mandiri. Di bulan Ramadan dompet bukannya semakin tebal tapi malah menipis karena berbagai godaan yang datang seperti ajakan bukber hingga godaan membeli aneka takjil lezat.
Belum lagi harus membayar kos, perlengkapan harian, kuota, dan lain sebagainya. Jika terus-terusan seperti itu, uang bulanan atau gaji tak cukup sampai Lebaran. Maka dari itu, sebagai alternatif, kamu bisa mencari informasi terkait buka puasa atau sahur gratis untuk mengurangi pengeluaran.
Nah, tenang saja. Jika kamu sedang mencari informasi buka puasa gratis terutama yang sedang di Jakarta, kamu bisa pergi ke Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyediakan hingga 10 ribu porsi makanan buka puasa gratis untuk para jamaah selama Ramadan 1447 Hijriah.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid nasional itu hadir sebagai ruang kebersamaan bagi semua umat di bulan suci, tidak hanya untuk umat Muslim.
“Kegiatan berbuka puasa di Istiqlal rutin digelar setiap hari. Pada akhir pekan, jumlah jamaah yang berbuka bisa mencapai 7.000 hingga 10.000 orang, sementara pada hari biasa berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang. Semuanya kami layani dengan nasi boks,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin juga menekankan, Masjid Istiqlal memberi perhatian khusus kepada penyandang disabilitas dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti lift, toilet, dan area khusus di bagian depan masjid.

Di samping itu, selama bulan Ramadan Masjid Istiqlal juga menggelar kegiatan khataman Al-Qur’an yang berlangsung sejak pagi hingga malam. Ada pun, sejumlah kegiatan rutin tetap berjalan, seperti kursus berbagai bahasa asing mulai dari Inggris, Mandarin, Arab, Persia, Prancis, hingga program Bahasa Indonesia bagi penutur asing.
“Seluruh kursus ini gratis. Para pengajarnya pun native speaker, misalnya, kami mendatangkan pengajar langsung dari China untuk bahasa Mandarin,” katanya.
Semua program tersebut bisa diikuti secara gratis dan dibimbing langsung oleh pengajar penutur asli, termasuk yang berasal dari luar negeri.
Tahun 2026, Masjid Istiqlal mengusung tema “Ramadan Hijau” sebagai langkah untuk mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam praktik kehidupan beragama.
Nasaruddin Umar menambahkan Masjid Istiqlal kini telah dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya yang mendapat perhatian dunia. Panel surya yang terpasang di atap masjid mampu membantu menghemat penggunaan energi secara signifikan.
“Biasanya yang menjadi sorotan adalah gedung pencakar langit di Dubai atau Qatar, tetapi tahun lalu, yang menjadi perhatian dunia justru Masjid Istiqlal karena atap Istiqlal yang dipenuhi panel solar system. Dengan sistem ini, kami dapat menghemat energi dalam jumlah besar,” jelasnya.
Selain itu, pengelolaan air dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, di mana seluruh air yang digunakan ditampung dan didaur ulang sehingga tidak ada yang terbuang ke saluran pembuangan.

Distika Safara Setianda
Editor
