Tren Ekbis

BRI Tanam 30.000 Mangrove di Demak, Sampah Diolah Jadi Pemecah Ombak

  • BRI Peduli menanam 30.000 bibit mangrove di Demak dan mengolah sampah menjadi 5.000 Eco Hex Brick untuk membangun struktur pemecah ombak.
WhatsApp Image 2026-10-22 at 15.54.45.jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menanam 30.000 bibit mangrove di pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah, untuk mendukung upaya perlindungan pantai dari abrasi dan banjir rob. (BRI)

DEMAK, TRENASIA.ID — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menanam 30.000 bibit mangrove di pesisir Kabupaten Demak, Jawa Tengah, untuk mendukung upaya perlindungan pantai dari abrasi dan banjir rob. 

Perseroan juga memanfaatkan sampah sebagai bahan baku material pemecah ombak melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli.

Penanaman mangrove dilakukan melalui program BRI Menanam – Grow & Green dalam kegiatan Demonstration Plotting Perlindungan Pantai Utara Jawa dengan Nature-based Solutions di Desa Timbulsloko, Demak. 

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Corporate Secretary BRI Dhanny, dan Bupati Demak Eisti’anah.

Penanaman menggunakan metode rumpun berjarak, dengan struktur pemecah ombak ditempatkan di bagian depan area tanam. Struktur tersebut dirancang untuk meredam energi gelombang dan membantu pengendapan sedimen, sehingga menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan mangrove.

Kabupaten Demak menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob yang berkaitan dengan kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, serta karakteristik dataran pesisir yang rendah. Risiko tersebut turut diperparah oleh alih fungsi lahan mangrove, penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah, dan persoalan sampah plastik.

Dampaknya tidak hanya mengancam ekosistem pesisir, tetapi juga permukiman, infrastruktur, lahan produktif, serta mata pencaharian masyarakat setempat.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, program rehabilitasi pesisir merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

“Bagi BRI, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Sampah Diolah Menjadi 5.000 Material Pemecah Ombak

Selain penanaman mangrove, BRI Peduli menjalankan program pengelolaan sampah terpadu di Desa Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Program ini mencakup penyediaan rumah produksi di tempat penampungan sementara (TPS) untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Salah satu produk yang dihasilkan adalah Eco Hex Brick, material berbentuk khusus yang digunakan untuk menyusun struktur pemecah ombak. Melalui program tersebut, sebanyak 5.000 unit Eco Hex Brick diproduksi untuk membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter.

Struktur tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi energi gelombang dan mendorong pengendapan sedimen. Kondisi ini diharapkan mendukung proses pemulihan ekosistem mangrove di kawasan pesisir.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, mangrove berperan dalam meredam energi gelombang laut, sedangkan pengolahan sampah menjadi material konstruksi dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” jelas AHY.

Ketua Kelompok Tani Barokah Matsaeri mengapresiasi dukungan BRI Peduli yang dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi ancaman abrasi sekaligus memberikan kesempatan kerja melalui produksi Eco Hex Brick.

“Kami atas nama kelompok mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli yang telah membantu masyarakat di desa kami. Alhamdulillah, dengan adanya upaya perlindungan pantai, kami berharap masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap ancaman abrasi. Selain itu, warga kami juga mendapatkan pekerjaan melalui keterlibatan dalam produksi Eco Hex Brick, yang merupakan inovasi BRIN bersama BRI dan BakauMU,” ungkapnya.

Program tersebut mempertemukan dua kebutuhan di kawasan pesisir, yakni pengurangan sampah dan penguatan perlindungan pantai. Namun, efektivitas struktur pemecah ombak dan keberhasilan rehabilitasi mangrove tetap bergantung pada kondisi lokasi, pemeliharaan, serta pemantauan ekosistem dalam jangka panjang.

BRI Menanam Telah Tanam 155.000 Bibit Pohon

BRI menyatakan upaya perlindungan pesisir tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menggabungkan pemulihan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Perseroan berharap inisiatif itu dapat memberikan manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam – Grow & Green telah menanam lebih dari 155.000 bibit pohon dengan potensi serapan emisi sebesar 54,77 ton CO₂e, berdasarkan data yang disampaikan perusahaan.

Melalui program BRI Peduli, perseroan melanjutkan berbagai inisiatif lingkungan, termasuk rehabilitasi ekosistem dan pengelolaan sampah. Di Demak, keberlanjutan program akan bergantung pada kemampuan menjaga pertumbuhan mangrove, efektivitas perlindungan pantai, serta keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan kawasan.