Tren Ekbis

BRI Perkuat Strategi ESG, Kredit Sosial Dominasi Portofolio

  • BRI perkuat strategi keuangan berkelanjutan dengan dominasi kredit sosial dan ekspansi ESG, dorong ekonomi inklusif dan daya saing global.
WhatsApp Image 2026-04-20 at 22.16.12.jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk semakin menegaskan transformasi bisnisnya dengan menjadikan keuangan berkelanjutan sebagai bagian inti strategi perusahaan. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk semakin menegaskan transformasi bisnisnya dengan menjadikan keuangan berkelanjutan sebagai bagian inti strategi perusahaan. 

Di tengah tekanan global terkait perubahan iklim dan tuntutan investasi berbasis ESG, langkah ini menjadi cara BRI menjaga relevansi sekaligus daya saing jangka panjang. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan keberlanjutan kini tidak lagi sekadar kewajiban regulasi, tetapi sudah menjadi fondasi bisnis.

“Perseroan secara konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek bisnis dan operasional. Hal ini tidak hanya untuk memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga sebagai upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Perubahan paling signifikan terlihat dari cara BRI memandang ESG. Jika sebelumnya fokus pada kepatuhan terhadap aturan seperti POJK 51/2017, kini pendekatan tersebut ditarik ke level strategi korporasi.

BRI sudah menyiapkan peta jalan jangka panjang melalui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) hingga 2030, serta mulai mengadopsi standar global seperti IFRS Sustainability.

“Perseroan juga telah mempublikasikan Laporan Keberlanjutan Tahun 2025, serta menyusun RAKB untuk periode jangka panjang 2026–2030,” kata Akhmad. Artinya, keberlanjutan bukan lagi tambahan, tetapi sudah menjadi “cara kerja” perusahaan.

Portofolio Berubah, Dampak Lebih Terarah

Transformasi ini tercermin nyata di portofolio pembiayaan. Arah kredit BRI kini semakin condong ke sektor yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.

Komposisi pembiayaan utama:

  • Pembiayaan sosial: Rp718,7 triliun (53,5%)
  • Pembiayaan lingkungan: Rp93,2 triliun (6,94%)

Dominasi sektor sosial menunjukkan bahwa BRI tetap berpijak pada kekuatan utamanya, yaitu UMKM dan ekonomi rakyat, tetapi dengan pendekatan yang lebih terstruktur dalam kerangka keberlanjutan.

Di sisi lain, BRI juga mulai memperkuat instrumen ESG seperti penerbitan social bond dan pengukuran risiko iklim melalui climate risk stress testing.

Inklusi Jadi Mesin Utama

Kekuatan BRI dalam keuangan berkelanjutan tidak lepas dari jangkauan inklusi yang sangat luas. Dengan ratusan juta nasabah dan jaringan hingga pelosok, dampak pembiayaan bisa langsung dirasakan.

Ekosistem ini ditopang oleh:

  • Lebih dari 140 juta nasabah
  • 45 juta pengguna BRImo
  • Lebih dari 1 juta Agen BRILink

Skala ini membuat strategi ESG BRI tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar bekerja di lapangan.

Langkah ini juga mendapat validasi global melalui berbagai rating ESG dan masuknya BRI dalam indeks keberlanjutan internasional selama beberapa tahun terakhir.

Bagi pasar, ini penting karena menunjukkan bahwa BRI tidak hanya kuat di domestik, tetapi juga relevan bagi investor global.

So What: Dampaknya ke Ekonomi

Perubahan ini membawa beberapa implikasi besar:

  • Akses pembiayaan untuk UMKM makin luas
  • Risiko jangka panjang (iklim & sosial) lebih terkendali
  • Daya tarik investor global meningkat

Artinya, strategi ini bukan hanya menjaga bisnis BRI, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Transformasi BRI ke arah keuangan berkelanjutan menunjukkan pergeseran besar di industri perbankan. Dengan kombinasi inklusi keuangan dan strategi ESG, BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan dampaknya terasa luas dan berkelanjutan bagi ekonomi Indonesia.