BRILink Agen Simalungun, Literasi Keuangan yang Dimulai dari Warung Kecil
- Kursumawati, BRILink Agen asal Simalungun, berhasil melayani lebih dari 2.000 transaksi per bulan sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Perluasan akses layanan keuangan di Indonesia tidak hanya ditopang oleh kantor cabang perbankan, tetapi juga jaringan agen laku pandai yang menjangkau hingga pelosok desa.
Salah satu kisah datang dari Kursumawati, BRILink Agen asal Serbalawan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang berhasil mengembangkan layanan keuangan berbasis komunitas sekaligus meningkatkan literasi finansial masyarakat di sekitarnya.
Sejak bergabung sebagai BRILink Agen pada September 2019, Kursumawati mengelola satu outlet yang kini melayani rata-rata lebih dari 2.000 transaksi setiap bulan. Namun, pencapaian tersebut tidak diraih secara instan.
Pada awal menjalankan usaha, ia harus aktif mendatangi warga untuk memperkenalkan berbagai layanan perbankan karena sebagian besar masyarakat masih terbiasa bertransaksi secara tunai atau harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju kantor bank.
"Saya rutin melakukan sosialisasi dan memperkenalkan berbagai layanan yang tersedia melalui BRILink Agen, sehingga semakin banyak warga yang memahami manfaat layanan perbankan dan memilih bertransaksi di outlet saya," ujar Kursumawati.
Dorong Literasi Keuangan dari Tingkat Desa
Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, Kursumawati mengenalkan berbagai layanan seperti tarik tunai, transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, hingga pulsa.
Seiring waktu, masyarakat mulai memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari. Kepercayaan yang terbangun membuat outlet BRILink tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi lokasi masyarakat berkonsultasi mengenai produk dan layanan perbankan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51%.

Sementara tingkat literasi keuangan berada di angka 66,46%. Data tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus meningkat, meski pemahaman mengenai produk keuangan masih perlu diperkuat.
Dalam konteks tersebut, keberadaan agen perbankan dinilai berperan penting sebagai jembatan antara lembaga keuangan formal dengan masyarakat, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan kantor cabang.
Tidak Sekadar Melayani Transaksi
Selain menyediakan layanan transaksi dasar, Kursumawati juga menerapkan strategi cross-selling dengan menawarkan produk lain yang sesuai kebutuhan nasabah.
Misalnya, setiap pembukaan rekening tabungan BRI disertai penawaran produk asuransi mikro sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi nasabah.
Strategi tersebut tidak hanya memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan pendapatan usaha yang dikelolanya.
Konsistensi pelayanan dan kemampuan membangun kepercayaan masyarakat mengantarkan Kursumawati menjadi Pemenang Grand Prize Program Super BRILink Agen 2025. Atas pencapaian tersebut, ia memperoleh hadiah utama berupa satu unit Toyota All New Yaris.
Peran Strategis BRILink Agen
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan BRILink Agen memiliki kontribusi penting dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke tingkat desa, termasuk membuka peluang ekonomi bagi para agen yang sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro.
"BRI akan terus memperluas inklusi keuangan sehingga semakin banyak perempuan hebat yang mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat sekitarnya. Kami juga terus meningkatkan kesejahteraan para BRILink Agen melalui berbagai program apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka," ujarnya.
Hingga akhir Mei 2026, jaringan BRILink telah mencapai sekitar 1,13 juta agen yang melayani masyarakat di lebih dari 60 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Keberadaan jaringan tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang, sekaligus mendukung pemerataan layanan keuangan di berbagai daerah.

Chrisna Chanis Cara
Editor
