Industri

BP Tapera Beroperasi, Saham Bank BTN Meroket 32,89%

  • JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang akan segera beroperasi mendorong saham PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) terus menguat. Dalam dua hari perdagangan, 2-3 Juni 2020, saham BBTN sudah melambung 32,89%. Pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu, 3 Juni 2020, saham BBTN ditutup pada level Rp1.010 atau naik 9,19% dari posisi […]

<p>Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala Nugraha Mansury. / Twitter @BankBTNCoid</p>

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala Nugraha Mansury. / Twitter @BankBTNCoid

(Istimewa)

JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang akan segera beroperasi mendorong saham PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) terus menguat. Dalam dua hari perdagangan, 2-3 Juni 2020, saham BBTN sudah melambung 32,89%.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu, 3 Juni 2020, saham BBTN ditutup pada level Rp1.010 atau naik 9,19% dari posisi hari sebelumnya Rp925 per lembar. Catatan itu sekaligus membuat BBTN menyentuh level tertingginya sejak 6 April 2020 saat harganya juga berada di level Rp1.010 per lembar.

Meski begitu, saham BBTN sepanjang tahun ini (year to date) masih turun 52,36% dari posisi akhir 2019 di level Rp2.120 per lembar.

Penguatan saham BBTN dalam dua hari ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) BP Tapera yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo. Sejak awal rencana BP Tapera, Bank BTN memang digadang-gadang akan jadi mitra utama.

Bahkan, Bank BTN telah mengakuisisi PNM Investment Management sebagai salah satu bagian untuk mengelola dana BP Tapera yang diperkirakan mencapai Rp114 triliun. Hingga saat ini, Bank BTN baru mengakuisisi 30% saham PNM IM dan akan dilanjutkan hingga 85% kepemilikan.

Terlepas dari kabar itu, transaksi saham BBTN hari ini menembus angka tertinggi dalam beberapa tahun belakang. Nilainya mencapai Rp609,58 miliar dengan volume 6,03 miliar. Catatan volume transaksi itu pun membuat saham BBTN menduduki posisi pertama volume tertinggi hari ini.

Sementara secara frekuensi, jumlahnya mencapai 40.214 kali atau masih berada satu peringkat di bawah transaksi saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Adapun dengan level Rp1.010 ini, market cap saham BBTN menjadi Rp10,59 triliun.

Sebagai informasi, meski saham BBTN dalam posisi menguat, kinerja keuangan Bank BTN kurang cemerlang dalam tiga bulan pertama tahun ini. Labanya anjlok 36,7% menjadi hanya Rp457 miliar dari periode sama tahun lalu Rp723 miliar.

Pada periode ini, Bank BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp253,25 triliun pada akhir kuartal I-2020. Posisi tersebut tumbuh 4,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp242,13 triliun di kuartal I-2019.

Di sisi lain, Bank BTN juga telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp221,72 triliun per kuartal I-2020 atau naik 2,73% yoy. Dengan berbagai capaian tersebut, aset BTN per kuartal I-2020 yakni senilai Rp308,19 triliun atau naik 2,27% yoy dari Rp301,35 triliun pada kuartal I-2019. (SKO)