Tren Ekbis

BP Tapera: 62 Persen FLPP Dibeli Milenial dan Gen Z

  • BP Tapera mencatat 62% penerima pembiayaan rumah subsidi FLPP berasal dari usia 19–30 tahun, menandakan minat milenial dan Gen Z memiliki rumah masih kuat.
1000239099.jpg
Minat Gen Z dan Milenial Beli Rumah Masih Tinggi (Ibukotakini.com/ Robi Sugiarto )

JAKARTA, TRENASIA.ID - Minat generasi milenial dan Gen Z terhadap kepemilikan rumah dinilai belum surut. Di tengah tantangan ekonomi dan naik-turunnya harga properti, rumah tetap dipandang sebagai kebutuhan dasar sekaligus aset jangka panjang yang bernilai strategis bagi generasi muda.

Data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan, hingga Desember 2025, mayoritas penerima pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) berasal dari kelompok usia muda.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyebutkan, dari total sekitar 278.000 pembiayaan FLPP yang telah disalurkan, sebanyak 172.991 penerima atau sekitar 62% merupakan masyarakat berusia 19–30 tahun.

“Kalau berdasarkan usia, dari analisis data analitik kami, 172.991 dari 278 ribu pembiayaan FLPP atau 62 persen itu diakses oleh masyarakat dengan rentang usia 19 sampai 30 tahun,” kata Heru dalam keterangan resmi dikutip Senin, 19 Januari 2026.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/kpi-balikpapan-raih-golden-medal-ipitex-2026

Menurut Heru, data tersebut menunjukkan adanya perubahan pola pikir di kalangan generasi muda. Jika sebelumnya kepemilikan rumah kerap dianggap sebagai tujuan jangka panjang, kini milenial dan Gen Z justru mulai menyadari pentingnya memiliki rumah sejak usia produktif.

“Artinya, milenial dan Gen Z sudah semakin sadar bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga fondasi masa depan,” ujarnya.

Selain kelompok usia 19–30 tahun, penerima FLPP juga datang dari kelompok usia 31–40 tahun sebanyak 74.538 orang atau sekitar 26,72%. Sementara itu, penerima berusia di atas 41 tahun tercatat sebanyak 31.339 orang atau 11,23%.

Yang menarik, tren kepemilikan rumah bersubsidi ini juga melibatkan generasi muda yang belum menikah. Menurut Heru, tidak sedikit anak muda yang berani mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) sejak dini dengan memanfaatkan dukungan pemerintah.

“Ini menunjukkan preferensi anak-anak muda terhadap kepemilikan rumah masih sangat tinggi, terutama sebagai investasi jangka panjang,” kata dia.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/rdmp-balikpapan-diyakini-pangkas-pengangguran

Program FLPP sendiri merupakan skema bantuan pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki rumah pertama. Melalui program ini, pemerintah memberikan dukungan likuiditas kepada bank penyalur sehingga masyarakat dapat mengakses KPR dengan bunga rendah dan cicilan yang relatif terjangkau dalam jangka panjang.

Bagi generasi muda, rumah FLPP menawarkan sejumlah keunggulan. Bunga KPR bersifat tetap dan rendah, cicilan stabil hingga puluhan tahun, serta uang muka yang relatif ringan. Namun, di sisi lain, rumah subsidi juga memiliki keterbatasan, seperti lokasi yang umumnya berada di pinggiran kota serta aturan ketat terkait kepemilikan dan pemanfaatan rumah.

Meski demikian, tingginya minat Gen Z dan milenial terhadap rumah FLPP menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang terjangkau masih menjadi kunci utama dalam mendorong kepemilikan rumah di usia muda. Di tengah perubahan gaya hidup dan dinamika ekonomi, rumah tetap menjadi simbol stabilitas dan perencanaan masa depan bagi generasi penerus. ***

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 19 Jan 2026