Bos Bank Muamalat Ungkap Bakal Ada Suntikan Modal dalam Waktu Dekat
JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tengah merampungkan proses aksi korporasi dalam rangka revitalisasi dan penguatan struktur permodalan perseroan. Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan pionir bank syariah tanah air ini akan mendapatkan suntikan modal yang bisa menjadikan posisi Bank Muamalat semakin kuat. Proses tersebut diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat. […]

Reky Arfal
Author


Karyawan melayani nasabah di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk tengah merampungkan proses aksi korporasi dalam rangka revitalisasi dan penguatan struktur permodalan perseroan.
Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan pionir bank syariah tanah air ini akan mendapatkan suntikan modal yang bisa menjadikan posisi Bank Muamalat semakin kuat. Proses tersebut diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat.
“Saat ini kami dalam proses aksi korporasi dan Insyaallah bisa segera rampung. Kami mohon doa dan dukungan dari para stakeholder agar niat baik ini dapat berjalan dengan lancar,” kata dia, dalam keterangan resmi, Minggu, 14 Maret 2021.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Permana memastikan fundamental bisnis Bank Muamalat masih sangat baik dan memiliki nasabah yang loyal dengan tingkat engagement yang tinggi.
Lebih lanjut, Permana mengucapkan terima kasih atas dukungan, perhatian dan kepercayaan dari seluruh pihak baik dari pemerintah, regulator hingga nasabah selama proses aksi korporasi ini berlangsung. Ia juga mengatakan awal tahun ini Bank Muamalat dinobatkan sebagai bank peringkat pertama dalam Satisfaction, Loyalty & Engagement Awards.
Untuk diketahui, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berencana menyuntikkan modal Rp 3 triliun kepada Bank Muamalat. Modal ini dalam bentuk investasi tier 1 lewat penambahan saham Rp 1 triliun dan investasi tier 2 bernilai Rp 2 triliun. Dana investasi BPKH tersebut berasal dari pengelolaan dana haji yang pada 2020 meningkat 15% dari 2019.
