Bongkar Kinerja MLPT, Sempat ARA Berjilid Usai Stock Split
- Stock split mendorong reli saham MLPT, tetapi kinerja laba melemah tajam. Simak ulasan fundamental, dividen, valuasi, dan prospek saham MLPT.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) masih menjadi sorotan pelaku pasar setelah melakukan stock split dengan rasio 1:25 yang efektif pada 21 Juli 2026.
Aksi korporasi tersebut berhasil meningkatkan likuiditas perdagangan dan memicu lonjakan harga dalam dua hari pertama, namun di sisi lain kondisi fundamental perusahaan justru menunjukkan perlambatan yang cukup tajam.
Hingga perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, pergerakan MLPT masih sangat fluktuatif. Setelah ditutup melemah pada level Rp1.475 sehari sebelumnya, saham ini kembali menguat saat pembukaan perdagangan ke posisi Rp1.635 atau naik 9,36%, sebelum bergerak naik turun sepanjang sesi I.
Kondisi tersebut membuat investor mulai mempertanyakan apakah reli saham MLPT masih memiliki ruang berlanjut atau justru mulai memasuki fase konsolidasi setelah lonjakan pasca-stock split.
Stock Split 1:25, MLPT ARA Berjilid
MLPT resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:25, sehingga nilai nominal saham berubah dari Rp100 menjadi Rp4 per lembar. Melalui aksi tersebut, jumlah saham beredar meningkat drastis dari sekitar 1,875 miliar lembar menjadi 46,875 miliar lembar, sementara harga teoritis saham berada di kisaran Rp1.040.
Stock split sendiri tidak mengubah nilai perusahaan maupun kepemilikan investor. Tujuan utamanya adalah membuat harga saham lebih terjangkau sehingga meningkatkan likuiditas perdagangan dan memperluas basis investor. Strategi tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar.
Baca juga : Tren Negatif Lanjut, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 29 Juli 2026?
Pada hari pertama perdagangan setelah stock split, 22 Juli 2026, saham MLPT langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) sebesar 25% hingga mencapai Rp1.625. Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar perusahaan melonjak menjadi sekitar Rp76,1 triliun.
Euforia berlanjut sehari kemudian. Pada 23 Juli 2026, MLPT kembali melesat 24,92% menuju Rp2.030, sekaligus menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari itu.
Namun setelah reli tajam tersebut, tekanan jual mulai muncul. Pada 27 Juli, saham MLPT terkoreksi 10,11% menjadi sekitar Rp1.600, kemudian kembali melemah ke Rp1.475 pada penutupan 28 Juli.
Memasuki perdagangan 29 Juli, saham sempat bangkit ke Rp1.635 atau naik 9,36%, tetapi masih bergerak fluktuatif sepanjang sesi pertama. Secara keseluruhan, pola tersebut menunjukkan volatilitas MLPT masih sangat tinggi setelah stock split.
Pendapatan Masih Tumbuh, tetapi Laba Bersih Turun Lebih dari 50%
Di tengah reli harga saham, laporan keuangan justru memperlihatkan kondisi yang berbeda. Sepanjang kuartal I 2026, MLPT membukukan,
- Pendapatan: Rp839,36 miliar pada kuartal I-2026, naik 6,4% dibandingkan Rp788,70 miliar pada kuartal I-2025.
- Laba bersih: Rp29,73 miliar pada kuartal I-2026, turun 53% dari Rp63,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Laba per saham (EPS): Rp16 per saham pada kuartal I-2026, merosot 52,8% dibandingkan Rp33,88 per saham pada kuartal I-2025.
Data tersebut menunjukkan jika pertumbuhan pendapatan belum mampu diikuti peningkatan profitabilitas. Penurunan laba bersih lebih dari separuh menjadi perhatian karena terjadi ketika harga saham justru mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
Dalam periode 12 bulan terakhir (TTM), MLPT mencatat,
- Pendapatan: Rp3,89 triliun
- Laba bersih: Rp302,7 miliar
- EPS: Rp161,44
Baca juga : IHSG Dibuka Melesat 0.54 Persen, Cek Data Lengkapnya

Valuasi MLPT Premium, Dividen Jumbo
Dari sisi valuasi, harga saham MLPT saat ini tergolong sangat mahal apabila dibandingkan dengan kinerja laba perusahaan. Beberapa indikator menunjukkan,
- Pendapatan naik 6,4% menjadi Rp839,36 miliar pada kuartal I-2026, dari Rp788,70 miliar pada kuartal I-2025.
- Laba bersih turun 53% menjadi Rp29,73 miliar pada kuartal I-2026, dari Rp63,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Laba per saham (EPS) merosot 52,8% menjadi Rp16 per saham, dibandingkan Rp33,88 per saham pada kuartal I-2025.
PER di atas 100 kali mengindikasikan investor membayar harga yang sangat tinggi dibandingkan laba yang dihasilkan perusahaan. Sementara itu, beta sebesar 1,33 menunjukkan volatilitas MLPT lebih tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan pasar.
MLPT sebelumnya telah membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp80 per saham pada 3 Juni 2026. Jika digabungkan dengan dividen interim sebesar Rp53,5 per saham, maka total dividen mencapai Rp133,5 per saham atau sekitar Rp250,31 miliar.
Rinciannya meliputi:
- Dividen final: Rp80 per saham
- Dividen interim: Rp53,5 per saham
- Total dividen FY2025: Rp133,5 per saham
- Total nilai dividen: Rp250,31 miliar
- Dividend payout ratio: sekitar 74,4%
- Estimasi dividend yield: sekitar 0,63%
Besarnya rasio pembagian laba menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pemegang saham. Namun, karena harga saham sudah meningkat tinggi, tingkat imbal hasil dividen menjadi relatif kecil sehingga investor lebih mengandalkan potensi capital gain.
Perhatian pasar kini tertuju pada laporan keuangan kuartal II 2026 yang diperkirakan dirilis pada 29 Juli 2026. Laporan tersebut dipandang menjadi katalis utama yang akan menentukan arah pergerakan saham MLPT selanjutnya.
Apabila perusahaan mampu memperbaiki profitabilitas setelah penurunan laba pada kuartal pertama, reli harga berpotensi memperoleh dukungan fundamental yang lebih kuat.
Sebaliknya, apabila laba kembali melemah, valuasi yang sudah sangat premium berisiko memicu koreksi lebih dalam karena ekspektasi pasar dinilai terlalu tinggi.
Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: ESSA dan DEWA Perkasa, MAPI Loyo
Prospek Saham MLPT
Dalam jangka pendek, stock split berhasil meningkatkan likuiditas perdagangan dan menarik minat investor ritel. Namun secara fundamental, terdapat sejumlah faktor yang masih perlu dicermati investor, antara lain,
- Laba bersih kuartal I turun 53% meski harga saham melonjak tajam.
- Valuasi berada pada level premium dengan PER sekitar 113 kali.
- Koreksi pada 27–28 Juli mengindikasikan aksi profit taking mulai muncul.
- Kenaikan harga pasca-stock split lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan perubahan fundamental perusahaan.
- Secara year-to-date, saham MLPT masih mencatatkan pelemahan sekitar 46%, sehingga reli dalam dua pekan terakhir belum sepenuhnya menghapus tren penurunan sebelumnya.
Ke depan, arah saham MLPT diperkirakan akan lebih ditentukan oleh kemampuan perusahaan memperbaiki kinerja operasional dibandingkan sekadar efek psikologis stock split.
Apabila pertumbuhan laba mampu kembali meningkat, momentum positif masih berpeluang berlanjut. Namun jika kinerja tidak memenuhi ekspektasi pasar, saham ini berpotensi mengalami koreksi seiring penyesuaian valuasi terhadap kondisi fundamental perusahaan.

Chrisna Chanis Cara
Editor
