Boncos Setelah Lebaran? Ini Cara Atur Keuangan Biar Cepat Pulih
- Pengeluaran Lebaran sering bikin keuangan jebol. Pakar IPB bagikan tips atur anggaran dan strategi pulihkan kondisi finansial keluarga.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Perayaan Lebaran kerap diikuti lonjakan pengeluaran yang berisiko melebihi anggaran keluarga. Selain belanja kebutuhan hari raya, pengeluaran tak terduga hingga kehabisan dana menjadi tantangan yang dapat mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga.
Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Wita Juwita Ermawati, mengatakan penting bagi setiap keluarga untuk segera mengevaluasi kondisi keuangan setelah Lebaran.
“Perlu dihitung kembali total pengeluaran selama Lebaran, termasuk mengecek apakah ada tabungan yang terpakai atau bahkan utang yang muncul,” ujarnya.
Menurutnya, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan rutin harian serta kebutuhan nonrutin dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang, seperti biaya pendidikan, kesehatan, dan rencana liburan.
Setelah itu, setiap kebutuhan perlu diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi dan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan. Ia juga menekankan pentingnya menetapkan tujuan keuangan jangka panjang, mulai dari dana pernikahan, ibadah, hingga investasi.
Selain itu, membangun kembali tabungan pasca-Lebaran menjadi langkah krusial untuk memulihkan kondisi finansial sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga di masa mendatang.
Wita mengingatkan agar masyarakat tidak bergantung pada pinjaman online sebagai solusi instan ketika keuangan tertekan. Menurutnya, ketersediaan dana darurat jauh lebih penting untuk menghindari risiko utang.
Dalam mengelola anggaran, ia merekomendasikan penggunaan pola 50-30-20. Melalui skema ini, 50% pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau cicilan, dan 20% untuk tabungan.
Namun, jika pengeluaran rutin sudah melebihi pendapatan, keluarga perlu mengevaluasi kembali pos pengeluaran yang tidak mendesak serta mempertimbangkan sumber penghasilan tambahan.
Ia menilai, disiplin dalam mengatur anggaran serta melakukan evaluasi keuangan secara berkala dapat membantu meminimalkan masalah finansial pasca-Lebaran.
“Evaluasi ini penting sebagai dasar perencanaan keuangan ke depan agar kondisi keuangan keluarga tetap sehat dan terjaga,” tutupnya.

Ananda Astri Dianka
Editor
