BJB Kucurkan Pinjaman Untuk BPR Kredit Mandiri Indonesia
JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk. atau Bank BJB memberikan fasilitas kredit kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kredit Mandiri Indonesia. Fasilitas kredit tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menjaga likuiditas BPR Kredit Mandiri Indonesia dalam posisi yang aman. Direktur Utama BPR Kredit Mandiri Indonesia menegaskan akan menjaga keberlangsungan bisnis dan stabilitas keuangan bank. […]

Aprilia Ciptaning
Author


PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. / Facebook @BankBJBOfficial
(Istimewa)JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk. atau Bank BJB memberikan fasilitas kredit kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kredit Mandiri Indonesia.
Fasilitas kredit tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menjaga likuiditas BPR Kredit Mandiri Indonesia dalam posisi yang aman.
Direktur Utama BPR Kredit Mandiri Indonesia menegaskan akan menjaga keberlangsungan bisnis dan stabilitas keuangan bank. “Melalui fasilitas kredit ini, kami akan berupaya memenuhi kewajiban maupun fasilitas kepada para nasabah sehingga bisa ikut mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam siaran tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Selasa, 4 Agustus 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Diketahui, sebelumnya Bank BJB secara resmi ditunjuk oleh pemerintah pusat menjadi penerima simpanan dana pemerintah sebesar Rp2,5 triliun.
Langkah penempatan uang ini dilakukan berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 (PMK 70/2020) tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang merupakan bagian dari kebijakan dalam penanganan pandemi COVID-19.
Penyaluran Kredit BJB
Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk menstimulasi perekonomian lewat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Bank BJB akan bergerak cepat untuk melaksanakan amanat dari negara ini. Kami akan menjalankan fungsi intermediasi perbankan sebaik-baiknya dengan tetap memegang teguh prinsip prudential banking,” kata Yuddy.
Sejauh ini, katanya, sejumlah rencana dan strategi tengah disusun untuk memanfaatkan secara optimal penempatan dana pemerintah. Di samping itu, dukungan lain ditunjukkan melalui kebijakan relaksasi kredit yang dikeluarkan, fokus pembiayaan. BJB juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM lewat program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PESAT).
Simpanan duit pemerintah ini menggunakan mekanisme penempatan dana di deposito. Suku bunga ditetapkan sama seperti yang diperoleh pemerintah saat ditempatkan di Bank Indonesia (BI) yaitu sebesar 80% dari 7-Days Reverse Repo Rate.
Sesuai dengan ketentuan, dana pemerintah ini tak boleh digunakan untuk membeli surat berharga negara (SBN) dan transaksi valuta asing (valas).
