Bikin Emosi, Polandia Tak Mau Lagi Gunakan Nama Kaliningrad
- Polandia benar-benar ingin menjauh dari Rusia dalam segala hal. Salah satunya dengan tidak akan lagi menggunakan nama Kaliningrad untuk menyebut sebuah wilayah Rusia di dekatnya.

Amirudin Zuhri
Author
WARSAWA-Polandia benar-benar ingin menjauh dari Rusia dalam segala hal. Salah satunya dengan tidak akan lagi menggunakan nama Kaliningrad untuk menyebut sebuah wilayah Rusia di dekatnya.
Mulai saat ini pada peta Polandia, dareah itu akan ditunjuk sebagai Krolewiec. Keputusan diambil berdasarkan rekomendasi dari komisi pemerintah untuk nama geografis di luar negeri.
Kaliningrad terletak di sebuah eksklaf terjepit antara Lituania dan Polandia di pantai Baltik. Didirikan pada tahun 1255 oleh Ordo Teutonik, kota ini dinamai sebagai Konigsberg. Krolewiec dalam bahasa Polandia, Karaliaucius dalam bahasa Lituania, dan Korolevets dalam bahasa Rusia.
Koenigsberg kemudian diserahkan Jerman ke Uni Soviet setelah Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1946 namanya diganti menjadi Kaliningrad. Nama ini diambil dari Mikhail Kalinin, salah satu pemimpin revolusi Bolshevik.
- Rp1,84 Triliun Dividen Adaro Masuk ke Dompet ke TP Rahmat, Edwin Soeryadjaya, dan Boy Thohir
- Inflasi AS Melambat ke Level Terendah Sejak April 2021, Kurs Rupiah Ditutup Menguat
- DJP Telusuri Dugaan 9 Juta Hektare Lahan Sawit yang Belum Bayar Pajak
Otoritas Polandia menunjukkan bahwa Kalinin adalah salah satu dari enam pejabat Soviet yang memerintahkan eksekusi lebih dari 21.000 tawanan perang Polandia di Katyn dan di tempat lain pada tahun 1940.
Sebagian besar perwira militer yang dianggap antikomunis, dibantai oleh polisi politik Uni Soviet di sebuah hutan dekat Smolensk pada tahun 1940 atas perintah Josef Stalin. Uni Soviet telah lama menyangkal bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Mereka menuduh Nazi yang melakukan kejahatan ketika Jerman menemukan kuburan massal pada tahun 1943.
Karena Moskow memberlakukan rezim komunis di Polandia setelah Perang Dunia Kedua, kerabat para korban tidak dapat mendiskusikan atau mencari tahu tentang kejahatan tersebut selama lima dekade. Rusia baru mengakui tanggung jawabnya atas pembantaian tersebut pada tahun 1990.
Menteri pembangunan Polandia, Waldemar Buda mengatakan Kaliningrad sekarang akan secara resmi disebut Krolewiec. Nama yang digunakan ketika tempat itu diperintah oleh Kerajaan Polandia pada abad ke-15 hingga ke-16. Buda mengatakan pihaknya tidak ingin Russifikasi di Polandia. “Menamai kota dengan nama Kalinin menimbulkan emosi negatif di Polandia,” katanya dikutip Al Jazeera, Selasa 10 Mei 2023.
Selama periode Soviet, Kaliningrad yang secara administratif merupakan bagian dari Federasi Rusia dipisahkan dari wilayah Rusia lainnya lebih dari 300 km ke timur. Keduanya dipisahkan oleh republik Lituania, Latvia, dan Belarusia.
Sejak Lituania dan Polandia bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2004, tidak mungkin melakukan perjalanan antara Kaliningrad dan seluruh Rusia melalui darat tanpa melintasi wilayah setidaknya satu negara Uni Eropa. Ini mengakibatkan gesekan terutama dengan Lituania, terkait peraturan transit.
Rusia tentu saja marah dan tersinggung dengan keputusan Polandia tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keputusan itu hampir sebagai sebuah kegilaan. Dia mengatakan sepanjang sejarah Polandia dari waktu ke waktu telah tergelincir ke dalam kegilaan kebencian terhadap Rusia. “Tidak ada untungnya Polandia melakukan itu dan hanya menunjukkan sikap permusuhan,” kata Peskov.

Sering Tegang
Hubungan antara Polandia dan Rusia memang sering tegang. Moskow mengatakan telah membebaskan Polandia ketika pasukannya mengusir pasukan Nazi di akhir perang. Namun kebanyakan orang Polandia percaya bahwa Uni Soviet hanya menggantikan penjajahan Nazi dengan bentuk represi lain.
Polandia, anggota NATO, sangat mendukung Ukraina setelah invasi Rusia. Mereka telah meningkatkan penghancuran tugu peringatan untuk pasukan Soviet yang meninggal di seluruh negeri.
Polandia juga mulai membentengi perbatasannya dengan Kaliningrad setelah invasi Rusia ke Ukraina. Militer Polandia membangun pagar kawat berduri setinggi 2,5 meter dan memasang kamera dan sensor gerak di sepanjang perbatasan sepanjang 232 km. Penghalan anti-tank juga telah ditempatkan di perlintasan perbatasan.
Pejabat Polandia khawatir Rusia dapat menggunakan perbatasan itu sebagai rute migran baru ke Uni Eropa. Ini menyusul laporan peningkatan penerbangan langsung dari Timur Tengah dan tempat lain ke Kaliningrad.
Polandia juga telah membangun pagar baja setinggi 5,5 meter di sepanjang perbatasannya dengan Belarusia. Ini dilakukan juga setelah ada peningkatan migran yang menyeberang ke Polandia, Lituania dan Latvia dari negara tersebut.
