Transportasi dan Logistik

Bidik Pasar Asia Tenggara, Dua Pesawat Komersial China Unjuk Gigi di Malaysia

  • Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) , produsen kedua pesawat tersebut, melihat acara ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon pelanggan.
C919 Pesawat China.jpg
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook berpose untuk foto dengan pesawat komersial C919. (Xinhua)

JAKARTA - Pada Rabu (15/3), pesawat komersial buatan China, ARJ21 dan C919, berhasil menarik perhatian dalam demonstrasi terbarunya di Malaysia. 

Acara ini menandai tahap terakhir dari tur pesawat pabrikan China tersebut di Asia Tenggara, yang sebelumnya telah menyapa Vietnam, Laos, Kamboja, dan Indonesia.

Selain bertujuan untuk menguji kemampuan adaptasi pesawat terhadap infrastruktur bandara dan kondisi rute di Asia Tenggara, demonstrasi tersebut juga bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan adaptasi peralatan layanan darat bandara serta prosedur penerbangan khusus yang dibutuhkan di kawasan tersebut. 

Selain itu, demonstrasi ini berusaha menarik perhatian maskapai komersil dikawasan Asia Tenggara dan memamerkan kelayakan ekonomi dari rute-rute yang ditawarkan oleh kedua pesawat tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook dan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Liew Chin Tong. Selain itu, perwakilan dari lembaga promosi investasi lokal dan sektor penerbangan juga turut hadir.

Dilansir dari Xinhua, Kamis, 14 Maret 2024, Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd.  (COMAC) , produsen kedua pesawat tersebut, melihat acara ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon pelanggan. 

Mereka percaya bahwa penerbangan jarak jauh akan menjadi faktor penting bagi pengembangan pasar masa depan di Asia Tenggara, menandai komitmen China dalam memperluas jangkauan dan kehadiran industri penerbangan mereka di kawasan tersebut.

Dengan kapasitas antara 78 hingga 97 penumpang, ARJ21 menawarkan jangkauan penerbangan mencapai 2.225 hingga 3.700 kilometer. 

Sementara itu, C919, dengan kapasitas antara 158 hingga 192 kursi, menawarkan jangkauan penerbangan lebih jauh, mencapai 4.075 hingga 5.555 kilometer.

C919 telah mencapai sejumlah pencapaian signifikan sejak penerbangan komersial pertamanya pada 28 Mei 2023. Dalam kurun waktu tersebut, sudah terjual 5 pesawat jenis ini ke China Eastern Airlines, yang mengoperasikan rute-rute populer seperti Shanghai-Beijing dan Shanghai-Chengdu. 

Dengan lebih dari 140.000 penumpang yang diangkut dengan aman, C919 berusaha membuktikan dirinya sebagai pesawat yang dapat diandalkan.