BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5 Persen
- Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 3,5%.

Agnes Yohana Simamora
Author


JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23-24 Mei 2022 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5%. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 % dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 %.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini sejalan dengan pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar. Serta, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Saat ini tekanan eksternal masih tinggi karena ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju dan berkembang," kata Perry dalam Konferensi Pers virtual, Selasa, 24 Mei 2022.
Bank Indonesia terus melakukan berbagai kebijakan untuk dapat menjaga stabilitas dan membantu pemulihan ekonomi melalui beberapa kebijakan. Salah satunya adalah memperkuat kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.
- Eks Dirut Waskita Karya Adi Wibowo Segera Disidang Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN
- Kokoh di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat 1,07 Persen ke 6.914
- Zipmex Hadirkan Fitur ZipUp+ untuk Maksimalkan Portofolio Aset Kripto Lewat Bonus Bunga
- Belanja Negara Capai 27,7 Persen Nilai APBN 2022, Berikut Rinciannya
Kemudian, mempercepat normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah secara bertahap. Adapun Kewajiban minimum GWM Rupiah untuk BUK (Bank Umum Konvensional) yang pada saat ini sebesar 5% naik menjadi 6% dimulai 1 Juni 2022, lalu 7,5% dimulai 1 Juli 2022, dan 9,0% dimulai 1 September 2022.
Kenaikan GWM ini tidak akan mempengaruhi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN.
Selanjutnya, meningkatkan insentif bagi bank-bank yang menyalurkan kredit atau pembiayaan terhadap sektor prioritas dan UMKM. Adapun pemberian insentif ini ditujukan untuk meningkatkan peran perbankan dalam pembiayaan inklusif dan pemulihan ekonomi nasional.
Selain itu, dengan melanjutkan dukungan pengembangan UMKM melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI), dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi termasuk Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI).
Dilanjutkan dengan memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung pemulihan ekonomi dan akselerasi digitalisasi yang inklusif melalui perpanjangan masa berlaku Merchant Discount Rate (MDR) QRIS untuk merchant kategori Usaha Mikro (UMI) sebesar 0%, guna mendorong peningkatan transaksi khusus UMKM.
Terakhir, dengan memperkuat kebijakan Internasional dengan memperluas kerja sama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya, fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait, serta bersama Kementerian Keuangan menyukseskan enam agenda prioritas jalur keuangan Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022.
Bank Indonesia akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pemulihan ekonomi nasional. Termasuk dengan komitmen Bank Indonesia dalam pembelian SBN sebesar Rp224 triliun untuk pembiayaan kesehatan dan kemanusiaan dalam APBN 2022.

Laila Ramdhini
Editor
