Berapa Dividen Astra (ASII) dalam 10 Tahun Terakhir? Ini Datanya
- Telusuri histori dividen PT Astra International Tbk (ASII) selama 10 tahun terakhir, dari titik terendah Rp132 hingga rekor Rp650 per saham. Konsistensi pembagian laba tunai tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 8 Mei 2025 di Menara Astra, Jakarta. Rapat akan dimulai pukul 11.00 hingga 12.30 WIB dengan lima mata acara, termasuk penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2024.
Salah satu agenda utama adalah usulan pembagian dividen final sebesar Rp308 per saham. Sebelumnya, Astra telah membagikan dividen interim sebesar Rp98 per saham pada Oktober 2024. Jika disetujui, total dividen untuk tahun buku 2024 akan mencapai Rp406 per saham. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan total dividen tahun lalu sebesar Rp519 per saham.
Dengan harga saham ASII yang ditutup pada Rp4.830 per saham pada Rabu (7/5), potensi dividend yield dari dividen final tersebut mencapai 6,37%. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) diperkirakan berada di angka 48%, mencerminkan pendekatan konservatif yang kembali diadopsi manajemen setelah dua tahun berturut-turut membagikan dividen dalam jumlah besar.
- Perkuat Pembiayaan, 360Kredi Jalin Kerja Sama Channeling dengan Neo Commerce
- Lewat Program dari DANA, UMKM Perempuan dan Disabilitas Bisa Raih Pendanaan hingga Rp750 Juta!
- Prakiraan Cuaca Besok dan Hari Ini 08 Mei 2025 untuk Wilayah DKI Jakarta
Astra mencatatkan laba bersih sebesar Rp34,2 triliun sepanjang tahun 2024, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi grup di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Secara umum, ASII menunjukkan konsistensi dalam membagikan dividen setiap tahunnya, baik dalam bentuk interim maupun final. Meskipun jumlahnya berfluktuasi, hal ini mencerminkan dinamika kinerja keuangan serta kondisi ekonomi makro yang memengaruhi laba bersih.
Pada periode 2015–2019, total dividen per saham ASII relatif stabil di kisaran Rp190–Rp216. Namun, pandemi COVID-19 pada 2020 menyebabkan penurunan laba, mendorong total dividen turun menjadi Rp184 per saham. Tahun 2021 menjadi titik terendah dengan total dividen hanya Rp132 per saham.
Pemulihan mulai terlihat pada 2022 dan mencapai puncak pada 2023, saat total dividen mencetak rekor tertinggi Rp650 per saham. Untuk tahun buku 2024, usulan dividen sebesar Rp406 per saham menandakan penyesuaian yang lebih konservatif, namun tetap mencerminkan kinerja solid dan perhatian terhadap pemegang saham.
Tren ini menunjukkan bahwa ASII tetap menjaga komitmen terhadap pemegang saham melalui pembagian dividen yang stabil, sembari memastikan fleksibilitas kas perusahaan tetap terjaga. Strategi ini penting mengingat kebutuhan investasi jangka panjang di berbagai lini bisnis grup, termasuk otomotif, infrastruktur, dan pengembangan kendaraan listrik.
Dengan rekam jejak pembagian dividen yang terjaga selama lebih dari satu dekade, Astra terus menegaskan posisinya sebagai salah satu emiten papan atas di Bursa Efek Indonesia yang mampu menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dan agenda pertumbuhan jangka panjang.

Ananda Astridianka
Editor
