Benarkah Rusia Mengirim Tank Tercanggihnya ke Perang Ukraina?
- Dalam beberapa hari terakhir beredar video tank tempur utama T-14 Armata Rusia sedang bersiap untuk masuk medan pertempuran.

Amirudin Zuhri
Author


MOSKOW- Dalam beberapa hari terakhir beredar video tank tempur utama T-14 Armata Rusia sedang bersiap untuk masuk medan pertempuran.
Desas-desus itu mulai beredar setelah televisi pemerintah One Russia menampilkan video tank generasi terbaru tersebut sedang melakukan sejumlah maneuver. Pembawa acara mengatakan bahwa Armata pergi ke Barat yang bisa diartikan sebagai menuju garis pertempuran.
Namun pernyataan itu menimbulkan skeptisisme. Tidak hanya para pengamat di barat, tetapi bahkan di Rusia sendiri.
Saluran telegram TG Russkaya Vesna menyebut video itu tersebut diambil di lokasi uji tank Kazan di wilayah Zhukov. Tempat ini memang menjadi salah satu lokasi pelatihan tentara Rusia yang dimobilisasi.
- Paraga Arta Mida Tambah Lagi Saham Bumi Serpong Damai (BSDE) Rp181 Miliar
- Resmi Jadi Bank Kustodian, BTN Targetkan Kelola Dana Rp12 Triliun di Tahun Pertama
- Badai Salju Ekstrem di AS Buat Harga Minyak Mentah Naik
Jika benar Rusia akan mengirimkan Armata ke garis pertempuran ini akan menjadi pertaruhan tingkat tinggi. Mengingat selama ini Rusia mengklaim T-14 sebagai tank tercanggih di dunia. Sementara medan pertempuran di Ukraina terbukti telah menjadi neraka bagi kendaraan lapis baja. Entah itu milik Ukraina maupun Rusia. Drone dan sistem rudal antitank dipanggul terbukti telah menjadi penghancur yang sulit untuk dilawan. Dan jika sampai ada satu saja T-14 Armata dihancurkan atau ditangkap ini akan menjadi masalah serius bagi popularitasnya yang selama ini dibangun.
Banyaknya tank yang menjadi korban di pertempuran diperkirakan juga telah menjadi salah satu pertimbangan bagi barat untuk memasok Ukraina dengan tank-tank tercanggih. Bagaimanapun mereka tidak mau bertaruh senjata andalannya akan mendapat coreng di medan perang. Sesuatu yang pada akhirnya akan sangat mengganggu penjualan di masa depan.
Dengan medan pertempuran keras saat ini, kehadiran T-14 juga akan sulit untuk mengubah keadaan. Terlebih jumlahnya yang masih cukup terbatas.
Pengembangan panjang
Tank Armata memiliki pengembangan yang panjang dan agak tersiksa. Sampai saat ini main battle tank tersebut juga masih dalam tahap uji coba. Artinya belum secara resmi masih ke layanan militer. Meski pada tahun 2020 sejumlah Armata dikirim ke medan perang Suriah, itu juga sebagai bagian dari pengujian.
Angkatan Darat Rusia awalnya berencana untuk memperoleh 2.300 T-14 antara tahun 2015 hingga 2020. Tetapi ketidaksempurnaan teknologi telah beberapa kali menunda produksi massal tank tempur utama tersebut.
Pada awal April 2020, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov saat itu mengonfirmasi bahwa tank T-14 Armata memiliki masalah dengan mesin, sistem pengendalian tembakan, dan pencitra termal.
Pengembangan T-14 Armata dimulai pada tahun 2011 dan direncanakan sebagai pengganti T-95 yang dibatalkan. Seluruh proyek disimpan dalam kerahasiaan tinggi. Pada 2012, proyek ini disetujui oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
Mock-up pertama diungkapkan kepada pejabat militer Rusia pada tahun 2013 dan prototipe pertama diungkapkan kepada publik pada tahun 2015. Armata secara bertahap akan menggantikan tank T-72, T-80 dan T-90 yang semakin tua.
Batch pertama dari 12 tank pra-produksi dikirim ke Angkatan Darat Rusia pada tahun 2015. Namun segera setelah Parade Hari Kemenangan 2015, tank pra-produksi dikembalikan ke pabrik untuk pengujian dan peningkatan lebih lanjut.
Pada tahun 2018 Kementerian Pertahanan Rusia memesan batch pertama dari 100 tank baru ini. Tank produksi pertama direncanakan akan dikirimkan pada tahun yang sama. Namun tanggal pengiriman ditunda beberapa kali karena masalah pendanaan dan masalah teknis.
- Kaleidoskop Otomotif 2022: Adu Mekanik Kendaraan Hybrid dan Listrik
- Berhenti Terbit Mulai Tahun Depan, Ini Edisi Terakhir dari Majalah Bobo Junior Hingga Tabloid Nova
- Kaleidoskop IKNB 2022: Deretan Asuransi Bermasalah, Pemulihan Pembiayaan hingga UU PPSK
Tidak jelas berapa T-14 yang sudah dibangun. Pada November 2021 lalu kantor berita Tass Rusia melaporkan 20 tank eksperimental T-14 akan dikirim ke unit operasional Angkatan Darat Rusia pada akhir tahun 2021. Sekitar sebulan kemudian Rostec Corporation mengumumkan dimulainya produksi serial tank T-14.
Namun tidak lama sebelum pengumuman tersebut, Andrei Yelchaninov, wakil ketua Dewan Komisi Industri Militer (MIC) Rusia dalam sebuah wawancara dengan Interfax mengatakan, tes pada T-14 masih berlangsung dan diperkirakan baru akan selesai pada 2022. Dan lebih dari 40 tank Armata akan dipindahkan ke pasukan setelah 2023. Dengan data tersebut kemungkinan saat ini jumlah T14 yang telah dibangun masih di bawah 100 unit.
Sejak 2021 tank T-14 armata mulai ditawarkan untuk pelanggan ekspor, namun hingga tahun 2022 tank ini belum beroperasi dengan angkatan darat Rusia atau dalam produksi tingkat penuh.
Bahkan pada tahun 2022 beberapa sumber Rusia mengatakan pengembangan tank dihentikan karena masalah teknis, masalah pendanaan dan masalah pasokan komponen utama.
Armata adalah tank generasi baru dengan desain yang benar-benar baru. Tank memiliki sedikit kesamaan dengan T-90 dan tank soviet lainnya tua. Armata juga menjadi tank pertama yang dibangun Rusia pertama
Armata adalah tank generasi baru dengan desain yang benar-benar baru. Tank memiliki sedikit kesamaan dengan T-90 dan tank Soviet lainnya tua. Armata juga menjadi tank pertama yang dibangun Rusia pertama.
Lebih besar daripada T-90, T-14 hampir sebesar Leopard 2A7 Jerman. Tank ini memiliki menara yang sepenuhnya tak berawak. Meski konsep turret tank tak berawak bukanlah hal baru, Armata merupakan tank produksi pertama di dunia dengan turret tak berawak.
Tank tempur utama ini dioperasikan oleh 3 orang awak, termasuk komandan, penembak dan pengemudi. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan tank Rusia bahwa tank harus dioperasikan oleh awak yang lebih kecil untuk mengurangi dimensi dan beratnya serta meningkatkan perlindungan.
Armata tidak memiliki penembak, karena senjata tersebut dimuat oleh autoloader. Perlu dicatat bahwa sebagian besar MBT Barat memiliki 4 awak.
Armata mungkin menjadi salah satu MBT yang paling dilindungi di dunia. Dia memiliki pelindung dasar yang baru yang terbuat dari baja, keramik, dan material komposit. Armata juga memiliki pelindung reaktif eksplosif Malakhit yang diklaim sebagai generasi baru. Tank juga disebut akan menggunakna sistem perlindungan aktif baru yang dikenal sebagia Afganit.
Tank dipersenjatai dengan meriam smoothbore 125 mm 2A82. Senjata baru ini memiliki jangkauan yang lebih jauh dan lebih akurat daripada senjata lama 2A46M milik T-90. Rencananya tank tersebut akan mampu menembakkan amunisi yang dapat diprogram. Armata mampu menembakkan peluru kendali anti-tank dengan cara yang sama seperti proyektil biasa. Rudal ini memiliki jangkauan sekitar 5 km dan juga dapat menargetkan helikopter yang terbang rendah. Sebanyak 40 peluru dibawa untuk tank ini dan 32 di antaranya siap digunakan.
