Benarkah Pemakaian Masker Dobel Jadi Lebih Aman? Ini Penjelasannya
Inilah penjelasan efektivitas aman atau tidaknya menggunakan masker dobel untuk melindungi dari Covid-19

Justina Nur Landhiani
Author


ilustrasi/atoms.com
(Istimewa)JAKARTA – Menggunakan masker saat pandemi COVID-19 seperti sekarang merupakan suatu keharusan. Hal ini agar Anda dan orang di sekitar Anda terlindungi dari penyebaran virus COVID-19.
Lalu, apakah penggunaan masker secara dobel akan membuat Anda lebih aman dari penyebaran virus COVID-19? Ini penjelasannya.
Dikutip dari The Independent, mengenakan dua masker sekaligus hampir dapat menggandakan efisiensi penyaringan masker terhadap partikel seukuran virus korona baru dan mengurangi kemungkinan pemakainya tertular COVID-19, menurut sebuah studi baru.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Sementara masker medis dirancang untuk memiliki potensi filtrasi yang baik karena bahan yang digunakan untuk membuatnya, namun tidak selalu cocok untuk semua orang, kata peneliti dari University of North Carolina (UNC).
Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, menemukan bahwa penyaringan atau filter ganda meningkatkan penyaringan, bukan karena penambahan lapisan kain, tetapi dengan menghilangkan celah dari area masker yang tidak pas menutupi wajah khususnya bagian mulut dan hidung.
Menurut laporan tersebut, dengan semakin banyak area wajah yang tertutup dengan sempurna, maka akan meningkatkan efisiensi penyaringan masker.
- Cara Menghilangkan Kecemasan Saat Rapat Online
- Tips Bekerja dari Rumah atau WFH Ketika Kasus COVID-19 Kembali Naik
- Tandatangani Kontrak, David Guetta Resmi Bergabung dengan Warner Music
“Hasil studi peningkatan kualitas ini menunjukkan bahwa memakai masker medis di bawah masker kain memberikan peningkatan terbaik pada FFE [efisiensi penyaringan yang dipasang] dari semua kombinasi yang dievaluasi,” kata para ilmuwan.
Meski begitu, penelitian ini masih terbatas karena hanya menguji satu jenis masker prosedur medis, dan hanya tiga relawan yang berpartisipasi dalam evaluasi masker.
