Belajar Makro: Kenapa Menkeu Yakin Rupiah Tembus Rp16.500?
- Menkeu Purbaya optimis rupiah tembus Rp16.500/US$ sesuai asumsi APBN. Pelajari 5 faktor pemicunya, dari pelemahan dolar global hingga pondasi fiskal.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan terus melanjutkan tren penguatan yang signifikan. Ia optimistis mata uang garuda mampu bergerak lebih jauh meninggalkan level saat ini yang masih berada di kisaran 16.700 per dolar AS.
Merujuk data perdagangan Refinitiv pada hari Selasa ini rupiah tercatat membuka pasar dengan apresiasi sebesar 0,06% ke posisi Rp16.760 per dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif sehari sebelumnya ketika mata uang garuda sukses ditutup menguat 0,24% di level Rp16.770 per dolar AS.
Purbaya menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah seharusnya masih memiliki ruang untuk menguat lebih jauh dari posisi perdagangan saat ini. Hal ini didukung oleh tren pelemahan indeks dolar di pasar global yang memberikan angin segar bagi pergerakan mata uang negara berkembang termasuk Indonesia.
1. Target Ideal APBN
Purbaya menilai level kurs yang paling ideal saat ini adalah sesuai dengan perhitungan pemerintah dalam asumsi makro APBN 2026. Angka yang dibidik pemerintah berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS yang dianggap mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya di tengah dinamika global.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar mampu melaju lebih cepat pada tahun ini di kisaran 6%. Akselerasi pertumbuhan ini diharapkan mampu memberikan daya tarik bagi investor asing untuk terus memasok likuiditas dolar di pasar keuangan dalam negeri.
Menurutnya level ini adalah angka yang pas untuk mendukung stabilitas ekonomi makro dibandingkan level sebelumnya yang mungkin diproyeksikan lebih rendah. “Saya akan dorong ke arah 6% dengan inflasi masih terkendali. Nah itu kan Rp16.500.,” jelasnya di Jakarta, pada Senin, 26 Januari 2026.
2. Pelemahan Dolar Global
Optimisme penguatan rupiah juga didasari oleh analisa teknikal bahwa dolar AS akan cenderung dilemahkan di pasar global dalam waktu dekat. "Kalau saya lihat sih dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh," jelas Purbaya.
Purbaya menyoroti bahwa langkah konservatif di pasar global akan berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dolar terhadap mata uang lain. Pengaruh ini diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang sehingga membuka peluang bagi rupiah untuk mencuri momentum penguatan lebih lanjut.
Ia menambahkan jika pemerintah cerdas memanfaatkan momentum ini maka rupiah bisa menguat jauh. "Jadi kalau kita pintar-pintar dikit harusnya rupiah menguat lebih jauh dari level sekarang," tegasnya mengenai potensi mata uang garuda untuk meninggalkan level psikologis Rp16.700 per dolar AS.
3. Kinerja Bank Sentral
Selain faktor eksternal penguatan kurs rupiah juga dipicu oleh makin baiknya kinerja Bank Indonesia dalam mengendalikan stabilitas nilai tukar. Purbaya menegaskan, "Bukan karena Pak Thomas aja, memang langkah bank sentral sudah lebih baik dari sebelumnya saya pikir," ujarnya memuji otoritas moneter.
Pemerintah menyerahkan sepenuhnya kewenangan pengendalian nilai tukar kepada bank sentral dan percaya pada kemampuan mereka dalam mengelola pasar uang. Kepercayaan ini terbukti membuahkan hasil positif di mana dalam waktu singkat rupiah sudah menunjukkan tanda tanda penguatan yang cukup solid dan konsisten.
Sinergi kebijakan moneter yang diterapkan bank sentral terbukti ampuh meredam gejolak pasar dan menjaga volatilitas rupiah tetap dalam rentang aman. "Kita serahkan semuanya ke bank sentral untuk kendalikan nilai tukar, kita percaya mereka mampu," tambahnya mengenai kredibilitas BI di mata pasar.
4. Pondasi Fiskal Kuat
Sebagai otoritas fiskal Kementerian Keuangan memastikan akan terus menjaga stabilitas kurs dengan mendesain kebijakan ekonomi yang pro investasi. Purbaya menyatakan, "Kalau saya di keuangan hanya memastikan program-program ekonominya berjalan dengan baik, pondasinya terus kuat ke depan," jelasnya mengenai peran kementeriannya.
Kebijakan ini dirancang khusus untuk memberikan daya tarik maksimal kepada investor global agar mau menanamkan modalnya di berbagai instrumen keuangan di Indonesia. Hal ini krusial agar investor asing melihat prospek cerah di Indonesia dan memutuskan untuk masuk memperkuat cadangan devisa negara.
Masuknya modal asing diharapkan berdampak langsung pada nilai tukar. "Investor melihat itu dan mereka masuk ke sini sehingga rupiah akan ikut menguat dengan signifikan," kata Purbaya memastikan bahwa sentimen positif investor adalah kunci utama stabilitas mata uang dalam jangka panjang.
5. Efek Teoretis Ekonomi
Purbaya meyakini penguatan rupiah secara teoretis akan berdampak langsung pada penurunan biaya impor barang modal dan bahan baku industri. "Saya pikir arahnya ke sana karena perbaikan ekonomi kita bukan cuma desain yang ketat, kita betul perbaiki," pungkasnya optimistis menatap prospek.
Selain itu apresiasi mata uang domestik juga secara otomatis meringankan beban pembayaran bunga dan pokok utang luar negeri pemerintah dalam APBN. Ruang fiskal negara menjadi lebih longgar dan bisa dialihkan untuk belanja produktif yang memacu putaran roda ekonomi riil di masyarakat.
Stabilitas kurs yang terjaga di level fundamental akan meningkatkan kepercayaan investor asing untuk memegang aset berdenominasi rupiah dalam jangka panjang. Purbaya optimistis aliran modal masuk ini sangat dibutuhkan untuk menutup defisit transaksi berjalan dan menjaga cadangan devisa negara tetap aman terkendali.

Alvin Bagaskara
Editor
