BEI Kejar Target Pendapatan Rp1,12 triliun di 2021
- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target peningkatan pendapatan hingga Rp1,12 triliun pada 2021. Nilai ini naik 17,36% dibandingkan target pendapatan...

Fajar Yusuf Rasdianto
Author
JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target peningkatan pendapatan hingga Rp1,12 triliun pada 2021. Nilai ini naik 17,36% dibandingkan target pendapatan 2020 yang hanya Rp957,54 miliar.
Seiring dengan itu, BEI juga menargetkan peningkatan laba bersih hingga Rp119,72 miliar. Target itu berupaya dicapai BEI dengan memangkas biaya usaha menjadi hanya Rp960,91 miliar.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, target peningkatan laba dan pendapatan ini juga diikuti oleh target kenaikan aset sebesar 7,07% dari Rp2,95 triliun menjadi Rp3,16 triliun.
“Adapun saldo akhir kas dan setara kas (termasuk investasi jangka pendek) pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai Rp1,63 triliun,” ungkap Inarno dalam siaran pers, dinukil Rabu, 28 Oktober 2020.
- Meski Turun, Pertumbuhan Klaim Asuransi Jiwa 2020 Tercatat Stabil
- Diciduk KPK, Menteri KKP Edhy Prabowo Resmi Mundur
- IHSG Naik Saat Asing Net Sell Asing Tembus Rp1,06 Triliun, Saham BBCA dan HMSP Diobral
- Penelitian Minim, Produk Tembakau Alternatif di RI Belum Berkembang
- Kapan Vaksin Merah Putih Bisa Diedarkan? Ini Jawaban Menristek
Selain target fiskal, BEI juga memproyeksikan tambahan pencatatan 30 efek baru. Terdiri dari pencatatan efek saham dan obligasi korporasi. Plus, pencatatan efek lainnya yang meliputi exchange traded fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Efek Beragun Aset (EBA).
Di samping itu, BEI juga turut menargetkan pertumbuhan rerata transaksi harian (RNTH) sebesar 8,5 triliun. Target ini, kata Inarno, diambil dengan mempertimbangkan kondisi penanganan Covid-19 di 2021.
“Rencana pengembangan bursa yang akan kita lakukan, telah melalui serangkaian koordinasi dan masukan dari seluruh stakeholders pasar modal. Baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), pemerintah, anggota bursa, SRO, dan tentunya juga dari kalangan asosiasi,” tegas dia.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mencatatkan 46 perusahaan yang menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sepanjang 2020.
Masih tersisa 17 perusahaan yang akan melantai di BEI hingga akhir tahun ini. Proses evaluasi IPO diperkirakan akan selesai pada November-Desember 2020. (SKO)
