BEI: 26 Calon Emiten Dalam Antrean IPO, Total Proyeksi Pendanaan Rp1,97 Triliun
- Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 26 calon emiten yang berada dalam daftar antrean (pipeline) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada tahun 2022.

Drean Muhyil Ihsan
Author


JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 26 calon emiten yang berada dalam daftar antrean (pipeline) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada tahun 2022.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyatakan bahwa proyeksi pendanaan IPO sebesar Rp1,97 triliun dari 26 calon perusahaan tercatat itu. Sehingga rata-rata nilai penggalangan dana hanya sekitar Rp75,77 miliar tiap emitennya.
Berdasarkan nilai aset, 26 perusahaan yang berada dalam pipeline itu terklasifikasi menjadi tiga bagian. Di antaranya 4 perusahaan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), 12 perusahaan aset skala menengah (Rp50 miliar – Rp250 miliar), dan 10 perusahaan aset skala besar (di atas Rp250 miliar).
- Hebat, 2 Karya Inovasi PLN Raih Penghargaan Internasional
- 24 Pembalap MotoGP Siap Mencoba Aspal Mandalika Sircuit di NTB
- Proyek Jalan Akses Tol Makassar New Port Masuk Tahap Konstruksi
Adapun rincian sektornya antara lain 4 perusahaan dari sektor basic materials, 3 perusahaan dari sektor industrials, 3 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan 6 perusahaan dari sektor consumer cyclicals.
Kemudian, 4 perusahaan dari sektor technology, 1 perusahaan dari sektor healthcare, 2 perusahaan dari sektor energy, 4 perusahaan dari sektor properties & real estate, dan 2 sisanya merupakan perusahaan dari sektor infrastructures.
“Sementara itu, telah terdapat lima perusahaan tercatat yang berhasil melantai di BEI sepanjang tahun berjalan 2022 dengan nilai penggalangan dana sebanyak Rp1,67 triliun,” ujarnya kepada awak media, Selasa, 8 Februari 2022.
Seperti diketahui, BEI mencatatkan sejumlah prestasi sepanjang tahun 2021. Jumlah nilai penggalangan dana dari IPO meroket 1.071% year-on-year (yoy) menjadi Rp62,61 triliun dibandingkan dengan Rp5,58 triliun pada tahun 2020.
Hal serupa ditunjukan oleh pertumbuhan jumlah emiten yang melantai di BEI selama 2021, yakni sebanyak 54 emiten, terpaut tipis dari tahun sebelumnya sebanyak 51 emiten. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi jawara Bursa di kawasan Asia Tenggara dalam jumlah perusahaan tercatat baru.
Indonesia berada di atas Thailand yang mencatatkan emiten baru sebanyak 38 perusahaan sepanjang tahun 2021. Lalu disusul Malaysia 29 perusahaan, Singapura 8 perusahaan, dan Filipina 5 perusahaan.

Sukirno
Editor
