Bedah Strategi “Dividen Kopi” yang Bikin Saham FORE Melejit
- Saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) naik tajam jelang cum date 8 April. Kombinasi fundamental dan gimmick marketing jadi pemicunya.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) tengah menjadi sorotan pasar. Dalam beberapa hari terakhir, emiten kopi itu melejit. Pergerakan harganya tidak hanya dipicu kinerja keuangan yang solid, tetapi juga strategi pemasaran yang tidak biasa.
Mereka memberi promo dua kopi gratis bagi investor dengan kepemilikan minimal 10 lot saham. Promo ini tidak berdiri sendiri. Program tersebut berkaitan dengan momentum pembagian dividen perdana FORE tahun buku 2025, dengan jadwal yang menjadi perhatian investor, yakni:
- Cum date: 8 April 2026
- Ex date: 9 April 2026
- Recording date: 10 April 2026
- Payment date: pertengahan April 2026 (menyesuaikan jadwal resmi perseroan)
Artinya, investor yang ingin memperoleh manfaat dividen sekaligus promo dua kopi perlu memiliki saham hingga tanggal cum date, yang turut mendorong minat beli dalam jangka pendek. Fenomena ini memunculkan pertanyaan klasik di pasar modal: apakah kenaikan harga saham didorong oleh fundamental, gimmick marketing, atau kombinasi keduanya?
Lonjakan Harga: Data Bicara
Sepekan terakhir, harga saham FORE naik 13,43% dari 670 menjadi 760 hingga Selasa 7 April 2026 siang. Saham kopi tersebut bahkan sempat menembus 955 saat pembukaan perdagangan Selasa pagi, menjadi all time high (ATH) saham tersebut. Lompatan ini seiring pengumuman promo “dividen kopi” FORE.
Saham FORE sendiri telah menunjukkan tren kenaikan sejak Maret. Dalam pekan terakhir bulan Maret, kenaikannya mencapai 32,6%, sementara secara bulanan melesat 42,5%. Sepanjang tahun berjalan (ytd), saham ini menguat 24%, dan sejak IPO telah mencatatkan kenaikan hingga 256,3%.
Kenaikan ini beriringan dengan rilis kinerja keuangan 2025 yang impresif:
- Laba bersih naik 55% yoy menjadi Rp90,1 miliar
- EBITDA melonjak 58% yoy menjadi Rp300 miliar
- Pendapatan tumbuh 44% yoy menjadi Rp1,5 triliun
- Margin EBITDA meningkat menjadi 20% dari 18,3%
“Hasil 2025 mencerminkan komitmen kami terhadap keunggulan operasional dan ketangkasan dalam merespons permintaan pasar,” ujar Presiden Direktur FORE, Vico Lomar, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa.
Mesin Pertumbuhan: Ekspansi dan Diversifikasi
Kinerja solid tersebut tidak datang tiba-tiba. Sepanjang 2025, FORE menambah lebih dari 90 gerai baru, dengan lebih dari 60 gerai dibuka pasca-IPO pada April. Total gerai aktif mencapai 316 outlet, tumbuh 37% yoy dari 231 gerai pada 2024.
Selain itu, ekspansi ke lini baru melalui peluncuran Fore Donut menunjukkan upaya diversifikasi bisnis. Presiden Komisaris FORE, Willson Cuaca, menyebut langkah ini sebagai bukti “mesin inovasi” perusahaan berjalan efektif.
Promo Dua Kopi: Gimmick atau Strategi Cerdas?
Di tengah momentum positif tersebut, muncul program unik: investor dengan minimal 10 lot saham mendapatkan dua kopi gratis.
Keterkaitan langsung dengan periode cum date membuat promo ini bukan sekadar gimmick lepas, melainkan bagian dari strategi yang memanfaatkan momentum dividen untuk meningkatkan partisipasi investor ritel.
Secara teori pasar, ini bisa dikategorikan sebagai:
1. Marketing-driven demand (permintaan berbasis gimmick)
Promo ini menciptakan insentif langsung untuk membeli saham, terutama bagi investor ritel. Efeknya bisa meningkatkan volume transaksi dan mendorong harga naik dalam jangka pendek.
2. Behavioral finance effect
Investor tidak selalu rasional. Insentif kecil seperti kopi gratis bisa memicu keputusan beli, terutama saat dikombinasikan dengan sentimen positif.
3. Community building strategy
FORE tidak hanya menjual saham, tetapi juga membangun ekosistem pelanggan-investor. Ini mirip dengan strategi brand loyalty di era ekonomi pengalaman.
Apakah Ini Fundamental atau Sekadar Hype?
Jika melihat sejumlah analisis, bisa jadi kombinasi keduanya. Fundamental kuat menjadi dasar utama kenaikan harga. Sementara promo dan sentimen pasar menjadi akselerator jangka pendek
Tanpa kinerja keuangan yang solid, promo semacam ini biasanya tidak akan berdampak signifikan atau berkelanjutan. Namun, dengan fundamental yang sudah kuat, gimmick marketing justru mempercepat momentum.
Jelang Cum Date 8 April, Apa yang Terjadi?
Menjelang cum date (tanggal terakhir berhak atas dividen), saham biasanya mengalami:
- Price run-up (kenaikan harga sebelum cum date)
- Profit taking setelahnya
Dalam kasus FORE, tambahan insentif berupa promo kopi membuat fase ini semakin kuat karena investor tidak hanya mengejar dividen, tetapi juga benefit konsumtif langsung.
Jika dikombinasikan dengan promo dan sentimen positif, kenaikan harga bisa semakin tajam, namun juga berisiko koreksi setelah cum date.
Kasus FORE bisa disebut sebagai Hybrid Rally, kombinasi antara fundamental rally dan sentiment-driven rally.
Ini adalah contoh menarik bagaimana sejumlah elemen bersatu membentuk momentum kekuatan di pasar saham.
- Kinerja bisnis yang solid
- Strategi ekspansi agresif
- Inovasi produk
- Gimmick marketing kreatif
Baca Juga: Menakar Komitmen Hijau Saham Kopi FORE
Catatan untuk Investor
Fenomena seperti ini menarik, tapi tetap perlu dicermati:
- Kenaikan berbasis fundamental cenderung lebih berkelanjutan
- Kenaikan berbasis sentimen bisa cepat berbalik arah
- Momentum menjelang cum date sering diikuti koreksi
Dengan kata lain, FORE saat ini bukan hanya cerita tentang kopi, tetapi juga tentang bagaimana persepsi, strategi, dan kinerja bisa bertemu dalam satu momentum pasar.

Chrisna Chanis Cara
Editor
