BCA Proses Restrukturisasi Kredit Hingga Rp82,6 Triliun
PT Bank Central Asia (BCA) telah memproses restrukturisasi kredit mencapai Rp82,6 triliun hingga pertengahan Mei 2020. Laporan tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur Jahja Setiaatmadja dalam konferensi virtual, Rabu, 27 Mei 2020. Jahya menyebut, jumlah tersebut berasal dari kurang lebih 72 debitur atau 10 persen dari total debitur keseluruhan. Di samping itu, pihaknya juga melihat potensi […]

Aprilia Ciptaning
Author


Kantor Bank BCA (Sumber: https://www.infoperbankan.com/)
(Istimewa)PT Bank Central Asia (BCA) telah memproses restrukturisasi kredit mencapai Rp82,6 triliun hingga pertengahan Mei 2020.
Laporan tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur Jahja Setiaatmadja dalam konferensi virtual, Rabu, 27 Mei 2020.
Jahya menyebut, jumlah tersebut berasal dari kurang lebih 72 debitur atau 10 persen dari total debitur keseluruhan. Di samping itu, pihaknya juga melihat potensi restrukturisasi kredit yang meningkat pada bulan berikutnya.
“Kami melihat adanya potensi peningkatan jumlah restrukturisasi kredit beberapa bulan ke depan hingga sekitar 20-30 persen dari total kredit yang berasal dari 250-300 debitur,” ujarnya.
Sebagai informasi, emiten bersandi BBCA ini pada kuartal I-2020 berhasil melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,6 triliun atau meningkat 8,6 persen dibanding periode sebelumnya. Pendapatan operasional perusahaan juga tumbuh 17,3 persen year-on-year (yoy) sebesar Rp19,6 triliun.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) di level 22,5 persen, serta rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada di level 1,6 persen pada akhir Maret 2020.
“Posisi permodalan BCA solid dengan likuiditas yang sehat. Sepanjang triwulan I-2020, kami mencatat pertumbuhan kredit yang positif, terutama didukung segmen koporasi,” ungkap Jahya.
Per Maret 2020, portofolio kredit BCA tumbuh 12,3 persen (yoy) menjadi Rp612,2 triliun. Adapun kredit korporasi yang dimaksud meningkat 25,4 persen (yoy) menjadi Rp260,4 triliun, serta kredit komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM) naik 5,0 persen (yoy) menjadi Rp191,2 triliun. BCA juga melaporkan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 16,8 persen (yoy) menjadi Rp741,0 triliun dengan rasio LDR 77,6 persen.
