BCA Gandeng Manulife Luncurkan Reksa Dana Mansyaf
- BCA menggandeng Manulife untuk distribusi reksa dana syariah berdenominasi dolar AS.

Yosi Winosa
Author


JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menggandeng Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) untuk mendistribusikan Reksa Dana Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dolar AS (MANSYAF) melalui cabang BCA yang melayani transaksi reksa dana dan aplikasi Welma.
Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman menyatakan kerja sama ini merupakan wujud dari komitmen BCA untuk memberikan solusi investasi dan keuangan yang berkualitas bagi para nasabahnya.
“Dengan pengalaman lebih dari 65 tahun di industri keuangan, BCA terus fokus menghadirkan berbagai inovasi dan menjalin sinergi dengan berbagai institusi untuk menyediakan beragam solusi keuangan yang berkualitas, termasuk produk investasi,” kata dia dalam keterangan resmi seperti dikutip Kamis, 17 Maret 2022.
- Ingin Kaya Raya? Coba Tiru Cara Mengelola Keuangan ala Warren Buffett
- Elon Musk dan Grimes Punya Anak Kedua, Namanya Terinsipirasi dari Superkomputer hingga Karakter Film!
- Uang Terbatas, Pilih Menabung Dana Darurat atau Membayar Utang? Ini Penjelasannya
Ditambahkan Suwignyo, pertumbuhan Asset under Management (AUM) investasi nasabah BCA saat ini mencapai lebih dari 50% year on year (yoy). Kerja sama antara BCA dengan MAMI merupakan salah satu solusi Wealth Management, khususnya produk investasi bagi nasabah BCA.
"Melalui kemitraan ini, kami menghadirkan produk investasi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan para nasabah yang ingin memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi yang menarik di kawasan Asia Pasifik melalui reksa dana MANSYAF,” tambah Suwignyo.
Executive Vice President Wealth Management BCA Ugahary Yovvy Chandra mengatakan MANSYAF menjadi solusi terbaru dari Wealth Management BCA bagi para nasabah yang ingin melakukan diversifikasi investasi untuk memenuhi beragam tujuan keuangannya di masa depan.
Reksa dana berdenominasi dolar AS ini membuka peluang investasi bagi para nasabah yang ingin menangkap peluang investasi di berbagai pasar di kawasan Asia Pasifik yang memiliki valuasi relatif rendah dan marjin laba yang relatif tinggi.
Mengingat, portofolio MANSYAF terdiri dari berbagai saham milik perusahaan-perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang kuat dan memiliki valuasi yang wajar.
- Ingin Kaya Raya? Coba Tiru Cara Mengelola Keuangan ala Warren Buffett
- Elon Musk dan Grimes Punya Anak Kedua, Namanya Terinsipirasi dari Superkomputer hingga Karakter Film!
- Uang Terbatas, Pilih Menabung Dana Darurat atau Membayar Utang? Ini Penjelasannya
MANSYAF akan tersedia di BCA mulai 16 Maret 2022 melalui kantor cabang BCA maupun aplikasi Welna. Dengan kerja sama ini, perusahaan juga memberikan benefit khusus bagi para nasabah yaitu cashback hingga Rp1 juta untuk investasi MANSYAF hingga 31 Mei 2022.
CEO & Presiden Direktur MAMI Afifa mengatakan, ke depan, MAMI dan BCA secara bersama akan menyediakan solusi investasi dan layanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan nasabah BCA. Dimulai dengan penjualan reksa dana MANSYAF di BCA saat ini.
Chief Economist and Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan mengatakan, dengan pemulihan ekonomi global yang lebih merata pada 2022, pasar yang sebelumnya tertinggal akan terdampak positif.
Perbedaan valuasi pasar saham Asia terhadap pasar di negara maju saat ini cukup lebar. Pasar saham Asia berada di level sekitar 25% lebih murah dibandingkan dengan negara maju.
Selain itu, kawasan Asia juga diuntungkan oleh beberapa faktor, di antaranya siklus ekonomi yang masih melanjutkan akselerasi pemulihan dan inflasi yang lebih terjaga dibandingkan kawasan negara maju. Sehingga memberi ruang kebijakan bagi bank sentral kawasan ini. Faktor lainnya yaitu kinerja pasar saham Asia yang mengalami ketertinggalan pada 2021, sehingga membuat valuasi pasar berada pada level yang atraktif.
MANSYAF menangkap potensi pertumbuhan struktural kawasan Asia Pasifik. Sebab, setiap negara di kawasan ini memiliki keunggulannya masing-masing yang menarik. Sebagai contoh, Korea Selatan dan Taiwan memiliki kekuatan di sektor semikonduktor, yang merupakan bahan baku untuk berbagai produk elektronik.
Sedangkan China memiliki keunggulan pada konsumsi domestik yang besar dan teknologi energi terbarukan. Kawasan ASEAN dan India memiliki potensi ekonomi digital yang besar.
“Dengan berinvestasi di MANSYAF, investor mendapatkan eksposur pada sektor-sektor tersebut,” kata Katarina.

Laila Ramdhini
Editor
