Tren Ekbis

Banyak Daerah Genjot Job Fair dan Pelatihan Vokasi, Siapa Saja yang Paling Serius Buka Peluang Kerja?

  • Masalah pencarian kerja akhir-akhir ini menjadi masalah serius yang harus diselesaikan. Tak mau tinggal diam melihat angka pengangguran, sejumlah pemerintah kabupaten di Indonesia gencar bikin program untuk membuka peluang kerja.
trader-sukses.jpg
Ilustrasi pekerja muda bermain saham. (Ajaib)

JAKARTA - Masalah pencarian kerja akhir-akhir ini menjadi masalah serius yang harus diselesaikan. Tak mau tinggal diam melihat angka pengangguran, sejumlah pemerintah kabupaten di Indonesia gencar bikin program untuk membuka peluang kerja.

Mulai dari bursa kerja (job fair) hingga pelatihan vokasi, semuanya digelar untuk menjembatani pencari kerja dengan perusahaan. Siapa saja yang serius memimpin upaya ini?

Temanggung: Konsisten Gelar Job Fair dan Pelatihan

Di Temanggung, Jawa Tengah, pemkab dikenal cukup rajin menggelar job fair untuk lulusan SMK. Program Job Fair SMK Pusat Keunggulan rutin menghadirkan lebih dari 20 perusahaan untuk langsung merekrut anak muda setempat.

Tak hanya itu, ada juga pelatihan lewat BLK/BLKK untuk menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Tahun ini, bahkan dialokasikan Rp600 juta lebih untuk program pelatihan kerja vokasi.

Hasilnya? Ribuan peserta sudah dijaring sejak 2023–2025, membantu menurunkan pengangguran terbuka dan meningkatkan link and match pendidikan vokasi dengan dunia kerja.

Lamandau: Job Fair untuk Tekan Pengangguran

Lamandau, Kalimantan Tengah, juga menggelar Job Fair pada Juni 2025 di GPU Lantang Torang. Pemerintah kabupaten bekerja sama dengan puluhan perusahaan besar yang beroperasi di sana.

Sekda Lamandau Irwansyah menyebut langkah ini sebagai cara konkret menekan angka pengangguran lokal dan mempermudah akses kerja bagi warga.

Nganjuk: Sediakan 4.000-an Lowongan Sekaligus

Di Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk mengadakan Job Fair Career Expo 2024 dengan skala cukup besar. Bertempat di Alun-Alun Nganjuk, acara ini diikuti 53 perusahaan dan menyediakan lebih dari 4.100 lowongan pekerjaan.

Pj. Bupati Sri Handoko Taruna hadir langsung membuka acara, menegaskan komitmen pemkab untuk menekan angka pengangguran terbuka yang masih jadi tantangan daerah.

Kuningan: Pelatihan Vokasi Berbasis Penempatan

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memilih fokus pada pelatihan vokasi berbasis penempatan. BLK Kuningan rutin menggelar pelatihan keahlian seperti las industri, instalasi listrik, hingga jahit sepatu.

Peserta dibekali keterampilan teknis yang langsung dibutuhkan pabrik, sehingga potensi penyerapan kerja lebih tinggi.

Cilacap: Lowongan Ribuan, UMKM Juga Didukung

Cilacap, Jawa Tengah, terbilang komprehensif mengadakan Job Fair 2024 di Gedung Tenis Indoor Wijayakusuma menghadirkan 40 perusahaan dan lebih dari 7.100 lowongan kerja, termasuk untuk penyandang disabilitas.

Bersamaan, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap (Disnakerin) juga menggelar pelatihan IKM/UMKM seperti pembuatan roti dan kue kering di desa-desa.

Peserta pelatihan tidak hanya belajar, tapi juga dapat peralatan produksi untuk langsung membuka usaha.

Mojokerto: Target Turunkan Pengangguran 10%

Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, juga menggelar Job Fair pada Mei 2024 yang diikuti 45 perusahaan dengan lebih dari 3.200 lowongan kerja.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati hadir membuka acara dan menargetkan pengurangan pengangguran terbuka hingga 10% pada tahun itu.

Penajam Paser Utara: Bursa Kerja Terintegrasi IKN

Di Kalimantan Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara memanfaatkan pembangunan IKN Nusantara untuk membuka peluang kerja. Bursa Kerja diadakan pada 2023 dan 2024, masing-masing menyediakan ratusan hingga ribuan lowongan.

Menariknya, acara ini juga jadi ajang promosi produk UMKM lokal agar ekonomi rakyat sekitar proyek IKN ikut tumbuh.

Sidoarjo: Hybrid Job Fair, Ribuan Peserta

Sidoarjo tak mau ketinggalan dengan Job Fair Hybrid pada tanggal 27-28 Mei 2025 di GOR Sidoarjo. Model hybrid memudahkan pendaftaran online dan proses rekrutmen tatap muka.

Tercatat sekitar 5.000 pencari kerja berpartisipasi dengan 40 perusahaan yang membuka 1.800 lowongan. Wakil Bupati Mimik Idayana menegaskan Pemkab Sidoarjo juga memacu pelatihan vokasi dan mendukung UMKM sebagai bagian dari strategi penyerapan tenaga kerja.

Fenomena ini menegaskan bahwa banyak kepala daerah serius berinovasi membuka peluang kerja. Job fair bukan cuma seremoni, tapi jembatan nyata antara pencari kerja dan dunia usaha.

Di sisi lain, pelatihan vokasi dan dukungan UMKM terbukti jadi kunci memperkuat ekonomi lokal dan menurunkan pengangguran.