Nasional & Internasional

Bank Syariah Indonesia Sasar Pemuda Muhammadiyah untuk Melek Literasi Keuangan

  • JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kegiatan literasi dan inklusi kepada Pemuda dan...

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng Kementerian  Koordinator Bidang Perekonomian dalam kegiatan literasi dan inklusi kepada Pemuda dan  Mahasiswa Muhammadiyah.

Direktur Retail Banking BSI, Kokok Alun Akbar berharap kegiatan ini dapat  berkontribusi dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah kepada masyarakat.

“Selain itu acara ini diharapkan bisa  menjadi solusi dan menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangan sesuai prinsip  syariah melalui berbagai produk, layanan, dan fitur-fitur yang lengkap,” kata Kokok dalam siaran pers yang dikutip Rabu 24 Maret 2021.

Dalam acara tersebut, BSI menyerahkan buku tabungan BSI kepada 1000 kader dan KUR BSI kepada 100 pelaku bisnis mikro Pemuda Muhammadiyah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana  tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia masing-masing 8,9% dan 9,1%.

Angka  literasi dan inklusi keuangan syariah ini lebih rendah dibandingkan konvensional yang sudah  mencapai masing-masing 38,03% dan 76,19%. 

Dengan besarnya populasi penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87,18% dari total  penduduk sejumlah 255 juta, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di  dunia.

Sehingga terdapat potensi yang besar untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan syariah  di Indonesia. Kokok menambahkan, peran PP Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu lembaga otonom PP Muhammadiyah  cukup strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah.

Pasalnya, jumlah jaringan pemuda, sekolah, dan universitas Muhammadiyah mencapai  28.159 unit. Dengan estimasi total untuk siswa dan mahasiswa dibawah naungan PP Pemuda  Muhammadiyah sejumlah 4 juta jiwa.

“Kami berharap kerjasama dengan  Pemuda Muhammadiyah bisa berlanjut untuk kedepannya,” tambahnya.