Bank Mandiri Taksir Kredit Tahun Ini Kurang Dari 5 Persen
JAKARTA – Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2021 bisa lebih rendah dari proyeksi awal tahun sebesar 5%. Bukan tanpa sebab, peningkatan kasus COVID-19 pada bulan Juni yang berujung pada pemberlakukan PPKM darurat dinilai bisa menghambat laju pemulihan ekonomi, yang selanjutnya bisa berdampak pada pelemahan pertumbuhan kredit. […]

Ananda Astri Dianka
Author


Karyawan melayani nasabah di kantor cabang Bank Mandiri, Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2021 bisa lebih rendah dari proyeksi awal tahun sebesar 5%.
Bukan tanpa sebab, peningkatan kasus COVID-19 pada bulan Juni yang berujung pada pemberlakukan PPKM darurat dinilai bisa menghambat laju pemulihan ekonomi, yang selanjutnya bisa berdampak pada pelemahan pertumbuhan kredit.
“Pengalaman peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi pada Januari 2021, membutuhkan waktu sekitar tiga bulan menekan kasus tambahan menjadi level normal sekitar 5000-6000 kasus per hari,” tulis Bank Mandiri dalam Industry & Regional Brief, Selasa 6 Juli 2021.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Padahal, kontraksi pertumbuhan kredit perbankan nasional mengecil pada April 2021. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) terbaru, pertumbuhan kredit perbankan pada April 2021 terkontraksi sebesar -2,3% year over year (yoy), dengan nilai total kredit sebesar Rp5.482,2 triliun.
Kontraksi pertumbuhan kredit April 2021 ini lebih kecil dibandingkan kontraksi pada Maret 2021 yang sebesar – 3,8% yoy.
Selain itu, penyaluran kredit ke sektor-sektor utama lapangan usaha (LU) juga membaik. Pada April 2021, penyaluran kredit ke sektor Perdagangan Besar dan Eceran (dengan pangsa pasar sebesar 24,0% dari total kredit LU) terkontraksi lebih kecil sebesar -3,1% yoy.
Kemudian, Penyaluran kredit ke sektor Industri Pengolahan (22,6% dari total kredit LU) pada April 2021 terkontraksi lebih kecil sebesar -4,9% yoy. Sementara itu, penyaluran kredit ke sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan (10,0% dari total kredit LU) tumbuh positif dan meningkat secara yoy sebesar 3,0%.
Untuk kredit konsumsi, kredit pemilikan kendaraan bermotor pada April 2021 terkontraksi menjadi – 27,6% yoy. Sementara itu, kredit untuk pemilikan rumah tinggal pada April 2021 tumbuh positif, yaitu sebesar 5,6% yoy.
Di sisi lain, Bank Mandiri melihat kualitas kredit menurun pada April 2021. Non Performing Loan (NPL) per April 2021 tercatat sebesar 3,22%, meningkat dibandingkan posisi Maret 2021 yang sebesar 3,17%.
Sebagai tambahan, juga berdasarkan siaran pers singkat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai perkembangan kredit menyatakan, NPL per Mei 2021 meningkat lagi menjadi 3,35%. (RCS)
