Bangkit dari Gocap, Saham CPRO Naik 11,69 Persen Dalam Dua Hari
- Emiten makanan olahan dengan merek dagang Fiesta dan Champ, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) akhirnya bangkit dari level harga Rp50 alias gocap. Saham CPRO berhasil naik 11,69% dalam dua hari terakhir.

Drean Muhyil Ihsan
Author


JAKARTA – Emiten makanan olahan dengan merek dagang Fiesta dan Champ, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) akhirnya bangkit dari level harga Rp50 alias gocap. Saham CPRO berhasil naik 11,69% dalam dua hari terakhir.
Melansir data RTI, saham CPRO naik 4% ke level harga Rp52 per lembar pada akhir perdagangan Selasa, 9 November 2021. Hari ini, saham tersebut ditutup naik 7,69% atau sebesar 4 poin menuju level harga Rp56 per lembar.
Penguatan saham CPRO terjadi akibat adanya transaksi tutup sendiri atawa crossing saham sebesar Rp1,34 triliun pada sesi pertama perdagangan kemarin. Pada saat itu, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) tercatat sebagai pialang yang paling banyak mentransaksikan saham CPRO.
- Wamen BUMN Setuju DPR Bentuk Panja dan Dorong KPK Investigasi Dugaan Korupsi Garuda Indonesia
- Tawarkan Reksa Dana Pendapatan Tetap, Raiz Invest Gandeng Trimegah
- Digugat Terbit Financial Technology, GoTo Siap Tempuh Jalur Hukum
Akibatnya, CPRO menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan pada hari itu, sekitar 59,9% dari total transaksi Bursa dalam sehari dengan total frekuensi perdagangan mencapai 34.411 kali. Adapun nilai transaksi saham CPRO pada penutupan Selasa, 9 November 2021 mencapai Rp1,54 triliun.
Hal ini membuat Minna Padi Investama sebagai broker yang paling aktraktif dengan total transaksi 53,69 miliar lembar saham, setara 52,7% dari total volume perdagangan. Sedangkan jumlah nilai transaksi perusahaan sekuritas berkode MU itu sebanyak Rp2,69 triliun dalam sehari.
Mengutip laporan keuangan semester I-2021, CPRO membukukan pendapatan sebesar Rp3,95 triliun. Angka tersebut naik 10,53% year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp3,58 triliun.
Sementara itu, laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp53,04 miliar atau melonjak hingga 85,36% yoy dari Rp28,61 miliar per akhir Juni 2020.
Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan notasi khusus “Y” kepada CPRO. Artinya, perseroan belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku berakhir.

Amirudin Zuhri
Editor
