Awas! Malware Android Baru Ini Bisa Meretas Panggilan Telepon dari Bank ke Nasabah
- Malware Android FakeCalls yang baru ditemukan ini diketahui mampu mengalihkan panggilan telepon perbankan kepada penipu kemudian mendekati korban mereka dengan kedok sebagai customer service.

Justina Nur Landhiani
Author


JAKARTA - Malware Android yang baru ditemukan ini diketahui mampu mengalihkan panggilan telepon perbankan kepada penipu kemudian mendekati korban mereka dengan kedok sebagai customer service. Malware yang disebut FakeCalls ini juga telah menyerang pengguna di Korea Selatan.
Seperti yang dilansir dari laman HT Times, malware ini meniru antarmuka bank lokal Korea dan bertindak sebagai alat spyware yang dapat menyalin file dan merekam panggilan dari ponsel yang telah terkena malware. Peneliti Kaspersky telah mengetahui bahwa FakeCalls mampu meniru percakapan telepon yang dilakukan ke customer support dari bank dan menghubungkannya ke penjahat dunia maya, yang kemudian dapat memperoleh rincian bank dengan menyamar sebagai customer support representatives.
- Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank BPD Bali
- Aset Kripto Memulih Tipis-tipis, Shiba Inu Jadi Top Gainers setelah Listing di Robinhood
- PLN Siap Sukseskan Ajang Internasional Motocross Grand Prix (MXGP) 2022
Seperti yang dilaporkan oleh Kaspersky, Trojan tersebut menargetkan pengguna di Korea Selatan terutama pengguna bank populer seperti KakaoBank atau Kookmin Bank. FakeCalls juga meminta izin pada saat pemasangan dan mendapatkan akses ke daftar kontak, mikrofon, kamera, dan masih banyak lagi.
Cara kerja pembajakan ini yaitu ketika korban melakukan panggilan pada nomor telepon hotline suatu bank, maka Trojan akan diam-diam memutuskan koneksi lalu membuka layar panggilan palsunya sendiri, bukan dari aplikasi panggilan biasa.
Aplikasi FakeCalls ini juga akan menyamar seperti aplikasi perbankan yang asli. Saat pengguna mengunduhnya, aplikasi tersebut akan meminta beberapa akses dan akan mengontrol panggilan masuk dan panggilan keluar.
Trojan tidak hanya meniru aplikasi seluler bank terkenal Korea Selatan, tapi juga memasukkan logo bank asli dan menampilkan nomor asli Bank yang sebenarnya seperti yang ditampilkan di halaman utama situs bank yang asli.
- Industri Asuransi Kena PPN, Ada Aturan yang Berlaku
- Jalan Tol Cisumdawu hingga Tol Becakayu, 4 Jalan Tol yang Mangkrak Paling Lama
- Smelter Nikel Pertama di Indonesia Siap Dibangun, Rogoh Kocek Rp3,98 Triliun dari Sindikasi Bank Mandiri
Meski hal ini baru terjadi di Korea Selatan, tidak ada salahnya bagi Anda untuk berhati-hati sejak awal. Anda juga sebaiknya tetap waspada saat menginstall suatu aplikasi dengan tetap cermat meneliti apakah aplikasi tersebut dikeluarkan oleh developer resmi atau tidak.

Justina Nur Landhiani
Editor
