Industri

APP Bidik Timur Jakarta untuk Pasarkan Properti

  • JAKARTA – PT Adhi Persada Properti (APP) membidik wilayah Timur Jakarta untuk mengembangkan bisnis propertinya. Pasalnya, pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah ini. Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti APP Wahyuni Sutantri mengatakan pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi di Timur Jakarta ini akan menarik investor properti serta meningkatkan minat hunian di wilayah tersebut. “Ini peluang […]

<p>Apartemen The Conexio</p>

Apartemen The Conexio

(Istimewa)

JAKARTA – PT Adhi Persada Properti (APP) membidik wilayah Timur Jakarta untuk mengembangkan bisnis propertinya. Pasalnya, pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah ini.

Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti APP Wahyuni Sutantri mengatakan pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi di Timur Jakarta ini akan menarik investor properti serta meningkatkan minat hunian di wilayah tersebut.

“Ini peluang untuk mengembangkan proyek properti di sekitarnya. APP sedang membangun beberapa proyek hunian” kata Wahyuni, Rabu (19/02).

Proyek hunian APP ini, mengusung konsep kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) meliputi The Conexio Jatibening, Grand Dhika City Bekasi Timur, dan Grand Dhika City Lifestyle Jatiwarna.

Apartemen The Conexio, merupakan kawasan hunian strategis karena berdekatan dengan tol jatibening, tol Becakayu, tol JORR, halte Bus Royal TransJakarta, dan stasiun LRT Cikunir 1 Jatibening.

Hunian vertikal tersebut memiliki luas lahan 3 hektare dengan total 713 unit. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp500 Juta hingga Rp1,4 miliar. Sementara, proyek Grand Dhika City sudah memiliki tingkat hunian hingga 80%.

“Adanya tol Jakarta – Cikampek serta LRT ini, menjadikan Timur Jakarta sebagai primadona dan properti sunrise di Jabodetabek. Karena harga tanah di sini lebih murah, dengan perbedaan harga 30-40% dibanding dengan wilayah Barat Jakarta,” jelas Wahyuni.

Dengan demikian, segmen investor dan end user (pengguna akhir) masih prospektif untuk mendapat capital gain lebih besar jika dibandingkan daerah lainnya.

Transit Oriented Development

Pengembangan kawasan TOD merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah kemacetan di wilayah perkotaan, terutama Kota Jakarta melalui pengintegrasian sistem transportasi massal. Selain itu, TOD bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATRBPN) Abdul Kamarzuki mengatakan pengembangan TOD ini harus disertai dengan pembangunan wilayah sekitar kawasan tersebut, agar fungsi dan penerapannya menjadi optimal.

Terdapat sejumlah kriteria dalam mengembangkan kawasan TOD, berdasarkan peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No.16 tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit.

Kriteria tersebut antara lain, berada pada simpul transit jaringan angkutan massal berkapasitas tinggi berbasis rel, dilayani minimal dua moda transportasi, sesuai dengan arah pengembangan pusat pelayanan kegiatan dan berbasis kawasan campuran (mixed use).