Aplikasi Bank Jago Bikin Pengelolaan Keuangan Makin Mudah
JAKARTA – PT Bank Jago Tbk (ARTO) meluncurkan aplikasi pengelolaan keuangan yang berkonsep sederhana, kolaboratif, dan inovatif. Peluncuran aplikasi ini adalah tonggak untuk meningkatkan kesempatan tumbuh banyak nasabah melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan. “Life-centricity adalah kata kuncinya,” kata Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar, dalam keterangan resmi, Kamis, 15 April 2021. Kharim […]

Ananda Astri Dianka
Author


Mitra Driver Gojek menunggu customer di dekat logo Bank Jago di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – PT Bank Jago Tbk (ARTO) meluncurkan aplikasi pengelolaan keuangan yang berkonsep sederhana, kolaboratif, dan inovatif.
Peluncuran aplikasi ini adalah tonggak untuk meningkatkan kesempatan tumbuh banyak nasabah melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan.
“Life-centricity adalah kata kuncinya,” kata Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar, dalam keterangan resmi, Kamis, 15 April 2021.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Kharim menjelaskan setiap orang memiliki mimpi dan aspirasi yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari hari. Upaya mewujudkan mimpi dan aspirasi tentu penting untuk didahulukan, sementara uang menjadi alat pendukung untuk mencapai tujuan tersebut.
“Itu sebabnya kami mengutamakan aspek penting apa yang menjadi kebutuhan nasabah. Dan itulah mengapa kami melihat aplikasi Jago sebagai life-centric finance solution.
Ia memandang pengelolaan uang bisa lebih sederhana, kolaboratif, dan inovatif. Cara mengelola keuangan seperti ini menempatkan aspek hidup sebagai prioritas utama dan keuangan sebagai prioritas selanjutnya.
Sementara itu, Direktur Digital Banking, Peter van Nieuwenhuizen, mengungkapkan semua yang diinginkan nasabah tercermin dalam fitur baru aplikasi Jago.
“Kami banyak mendengar konsumen menginginkan hal-hal sederhana dalam mengalokasikan uang untuk tujuan yang berbeda. Misalnya belanja, transportasi, biaya pendidikan anak, hiburan dan tabungan jangka panjang. Itu sebabnya kami memperkenalkan fitur Kantong (pockets) yang memungkinkan nasabah Jago dapat mengatur Kantong yang berbeda-beda untuk masing-masing tujuan.
Nasabah juga dapat memindahkan uang di antara Kantong dengan sangat mudah, aman dan nyaman, dalam hitungan detik,” kata Peter van Nieuwenhuizen.
Lebih lanjut ujarnya, Ini adalah bentuk digital dari sistem amplop yang sudah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun.
Nasabah dapat membagi Kantong tertentu dengan keluarga atau teman, sehingga memungkinkan terjadi kolaborasi finansial. Misalnya, sekelompok teman menabung bersama untuk suatu perjalanan, komunitas dapat patungan arisan, keluarga juga dapat diberi akses ke Kantong yang diinginkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami kerap mendengar konsumen ingin menjalani kehidupan sosial mereka menjadi bagian dari berbagai komunitas bersama keluarga dan teman. Namun, terkadang bank hanya berurusan dengan hal-hal yang bersifat individual. Kami mengubah hal ini dengan memperkenalkan cara baru mengelola keuangan yang kolaboratif melalui Aplikasi Jago,” jelas Peter.
Dengan mengadopsi teknologi modern, Jago mampu menghadirkan fitur-fitur yang inovatif. Sejak awal, Jago didirikan sebagai bank berbasis teknologi yang mampu tertanam dalam ekosistem digital.
“Kami membangun solusi inovatif ini dari nol dengan mengoptimalkan teknologi paling terkini. Adopsi teknologi memungkinkan kami berinovasi dengan cepat, dan juga membuat sistem kami sangat fleksibel, adaptif dan aman,” Kharim menambahkan.
Teknologi modern juga menjadikan fungsi aplikasi Jago cepat dan responsif. Bahkan hal ini memungkinkan pengguna untuk mempersonalisasikan fitur yang relevan dengan kebutuhan dan kepribadiannya.
Teknologi modern Jago juga memfasilitasi integrasi yang cepat dan aman dengan sejumlah mitra digital ekosistem menggunakan APIs. Jago telah menjalin kemitraan strategis dengan Gojek, aplikasi layanan on-demand terdepan di ekosistem digital Indonesia, yang diumumkan Desember tahun lalu.
“Saat ini integrasi produk antara Jago dan Gojek telah berada di tahap lanjut. Layanan ini akan tersedia dalam waktu singkat, setelah semua prosesnya rampung,” kata Kharim.
Kharim optimis aplikasi Jago dapat membantu nasabah dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi besarnya dengan memaksimalkan teknologi. Terlebih, dalam dua tahun terakhir, masyarakat kita semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari.
“Kami percaya vaksinasi massal COVID-19 akan memicu pertumbuhan ekonomi. Dengan konteks ini, kami meyakini peningkatan penggunaan layanan keuangan digital akan berlanjut setelah pandemi, dan bukan kembali ke perilaku sebelum krisis. Kami merasa aplikasi Jago hadir tepat waktu. Dengan segala keunikan dan fitur fitur inovatif yang dihadirkan aplikasi Jago, kami memampukan konsumen bisa menikmati hidup sepenuhnya, bersama keluarga dan teman-teman mereka. Sekarang, untuk masa depan dan bersama-sama” tutup Kharim.
