Apa Itu INMF? Forum Homeless Media yang Jadi Sorotan
- Indonesia New Media Forum (INMF) mengklarifikasi bahwa daftar media yang beredar bukan daftar anggota resmi, melainkan pemetaan ekosistem media baru.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Nama Indonesia New Media Forum (INMF) mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebutnya sebagai mitra baru pemerintah dalam memperluas komunikasi publik.
Namun, pernyataan itu langsung disusul oleh gelombang klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk INMF sendiri, yang menyatakan tidak ada ikatan formal atau kerja sama dengan pemerintah.
Apa Itu Indonesia New Media Forum (INMF)?
Indonesia New Media Forum adalah forum independen yang diinisiasi oleh beberapa perwakilan media baru pada Juli 2025. INMF hadir sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan advokasi untuk mendorong ekosistem media baru yang independen, sehat, akuntabel, kredibel, dan transparan.
Para anggotanya adalah pelaku media digital yang sebelumnya dikenal dengan istilah homeless media, entitas yang beroperasi tanpa situs web sendiri dan bertumpu sepenuhnya pada media sosial.
INMF berusaha mentransformasikan diri menjadi "new media" dengan standar yang lebih jelas, seperti memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab.
INMF juga disebut sebagai "Komite INMF" dan hingga saat ini belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun menjalin kemitraan dengan pihak mana pun. Forum ini masih dalam tahap penggodokan internal.
Baca juga : Beragam Respons Homeless Media Soal Klaim Jadi Mitra Pemerintah
Siapa Saja Anggota INMF?
Keanggotaan INMF menjadi salah satu sumber polemik utama. Qodari dalam konferensi persnya menyebut sekitar 40 nama media digital yang tergabung dalam forum ini.
Daftar yang ia sebutkan antara lain Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, GNFI, Kok Bisa?, Big Alpha, Pandemic Talks, dan lainnya.
Namun, daftar tersebut bukanlah daftar anggota resmi INMF. Menurut Komite INMF, dokumen itu merupakan "pemetaan ekosistem industri dan media sosial" yang digunakan dalam diskusi internal bukan daftar anggota tetap.
Menyikapi pernyataan Qadari, sejumlah media homeless mengeluarkan statement yang berbeda, diantaranya sebagai berikut,
- Mengaku anggota INMF dan menghadiri pertemuan dengan Bakom (5 Mei 2026): Infipop, Big Alpha, Indozone, GNFI, Nalar TV, dan Good Stats.
- Mengaku sebagai anggota INMF tanpa menyebut menghadiri pertemuan: Menjadi Manusia, Pandemic Talks, Folkative, Indomusikgram, Unframed.it, Kawan Hawa, Taubatters, Modestalk, The Mapple Media, NKTSHI, How to be nothing, Mahasiswa dan Jakarta, Dream.co.id, dan Muslimvox.
- Membantah bergabung dengan INMF: Volix, Bapak2id, Narasinewsroom, Kok Bisa, Melodi Alam, Mature Indonesia, USS Feeds, Ngomongin Uang, Geometry Media, Proud Project, dan Cretivox.
- Belum merilis pernyataan resmi: Dagelan, Hai Dulu, Voxdaily, Nodgeplus, Everest Media, Kumpul Leaders, CXO Media, Leet Media, dan VBIZ.
Rangkaian Safari ke Pemerintah
Selasa, 5 Mei 2026 – Bakom RI menerima permohonan audiensi dari INMF. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bakom, Jakarta, kedua pihak saling berkenalan. INMF menjelaskan tentang perkembangan new media serta standar yang mereka usung, termasuk kewajiban memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab. Dalam kesempatan itu, INMF juga menyerahkan dokumen "New Media Forum 2026" yang memuat daftar pelaku new media.
Perwakilan INMF, Timothy Marbun, menegaskan bahwa pertemuan ini murni untuk saling mengenal dan membuka ruang dialog lintas ekosistem. "Tidak ada komitmen atau kesepakatan yang diraih," ujarnya.
Rabu, 6 Mei 2026 – Sehari setelah audiensi, Bakom menggelar konferensi pers mingguan rutin. Dalam agenda itu, Kepala Bakom Muhammad Qodari menyebut nama-nama yang tercantum dalam dokumen INMF sebagai "mitra komunikasi pemerintah". Pernyataan inilah yang kemudian memicu polemik besar.
Baca juga : Apa Itu Homeless Media? Kenapa Pemerintah Merangkul Mereka?

Konten Pertama INMF di Instagram: Klarifikasi atas Polemik
Pasca konferensi pers Bakom yang memicu kesalahpahaman publik, INMF segera merespons. Pada Kamis, 7 Mei 2026, INMF secara resmi mengaktifkan akun Instagram baru dengan nama akun @inmf.id. Akun tersebut menjadi kanal komunikasi resmi pertama forum tersebut.
Konten pertama yang diunggah INMF di Instagram adalah klarifikasi resmi yang mencakup beberapa poin penting:
- INMF bukan hasil kerja sama atau bentukan pemerintah.
- Tidak ada komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom.
- Pertemuan dengan Bakom merupakan bagian dari ruang dialog untuk bertukar perspektif, bukan untuk arahan editorial atau kerja sama formal.
- Daftar media yang beredar di publik bukan daftar anggota resmi INMF, melainkan peta ekosistem industri dan media sosial yang dipakai dalam diskusi internal.
- INMF hadir untuk memperjuangkan ekosistem media baru yang independen, sehat, akuntabel, kredibel, dan transparan.
Melalui unggahan tersebut, INMF juga menyampaikan bahwa mereka masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota formal maupun menjalin kemitraan dengan pihak mana pun.
“Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun membangun kemitraan dengan pihak mana pun,” jelas Komite INMF lewat pernyataan tertulis, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.
Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap awal pengembangan dan berkomitmen untuk menjaga independensi serta transparansi ekosistem media baru di Indonesia.

Muhammad Imam Hatami
Editor
