Ancang-ancang PTBA Nyemplung Bisnis Coal to Chemical
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyiapkan bisnis coal to chemical, termasuk coal to potassium humate, serta diversifikasi ke anoda baterai dan energi untuk smelter aluminium.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Perusahaan tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai memperluas bisnis hilirisasi batu bara dengan menyiapkan pengembangan coal to chemical, termasuk produksi coal to potassium humate.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi PTBA di tengah masih kuatnya ketergantungan perseroan terhadap bisnis batu bara sebagai penopang utama kinerja.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjelaskan, batu bara tetap menjadi kompetensi inti perseroan karena didukung sumber daya dan cadangan yang besar. Namun, perseroan secara bertahap mengembangkan bisnis turunan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
“Ke depan, Perseroan turut mengembangkan segmen hilirisasi batu bara, termasuk coal to chemicals,” kata Direktur Hilirisasi dan Diverisifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto dalam keterangan resmi, Kamis 10 September 2026.
Salah satu proyek yang dikembangkan adalah coal to potassium humate. Produk tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan reklamasi dan rehabilitasi lahan, sehingga pengembangannya sekaligus diarahkan untuk mendukung aspek lingkungan.
PTBA menyatakan sejumlah proyek diversifikasi dan hilirisasi lainnya tengah dipersiapkan dan ditargetkan dapat mulai diimplementasikan dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
“Pengembangan ini sejalan dengan upaya PTBA dalam mendukung program reklamasi dan rehabilitasi lahan. Secara bertahap, Perseroan juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek diversifikasi dan hilirisasi yang ditargetkan dapat diimplementasikan dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” jelas Turino.
Kontribusi Bisnis Hijau Masih di Bawah 3 Persen
Di sisi lain, kontribusi bisnis hijau terhadap portofolio PTBA saat ini masih relatif kecil. Manajemen menyebut porsinya masih di bawah 3 persen.
Perseroan masih menyusun roadmap serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk menentukan arah pengembangan portofolio bisnis hijau ke depan.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa PTBA masih berada dalam tahap awal transformasi menuju diversifikasi bisnis, dengan batu bara tetap menjadi fondasi utama pengembangan usaha.
Masuknya PTBA dalam ekosistem Danantara juga menjadi sorotan, terutama terkait ekspansi ke sektor yang berada di luar bisnis inti perseroan.
Turino menegaskan, pengembangan bisnis baru tetap diarahkan berada dalam jalur turunan dan ekosistem batu bara. Dengan pendekatan tersebut, perseroan berupaya menjaga keterkaitan antara investasi baru dengan kompetensi serta sumber daya yang dimiliki.
Dalam proyek smelter aluminium, misalnya, PTBA tidak terlibat langsung dalam pembangunan smelter. Perseroan berperan dalam penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai sumber energi untuk mendukung operasional fasilitas tersebut.
Sementara dalam ekosistem kendaraan listrik atau EV, PTBA tidak membangun industri kendaraan listrik secara langsung. Perseroan fokus pada pengembangan anoda baterai yang menjadi bagian dari rantai pasok baterai EV.
“Material anoda tersebut menggunakan karbon yang berasal dari batu bara, sehingga tetap memiliki keterkaitan dengan kompetensi dan sumber daya utama Perseroan,” kata Turino lagi.
Dengan demikian, ekspansi tersebut masih memiliki hubungan dengan kompetensi dan sumber daya utama PTBA.
Restrukturisasi Hampir Separuh Anak Usaha
Selain ekspansi bisnis, PTBA juga menyiapkan restrukturisasi anak usaha. Sebelumnya, perseroan memiliki 20 anak perusahaan.
Dalam long-term planning periode 2025–2029, PTBA merencanakan restrukturisasi terhadap hampir 50 persen anak perusahaan yang dimiliki.
Salah satu langkah restrukturisasi telah direalisasikan melalui penggabungan dua anak perusahaan. Proses tersebut telah diselesaikan pada 30 Juni 2026.
Restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya PTBA menata struktur usaha agar lebih efisien sekaligus menyesuaikan portofolio bisnis dengan strategi jangka panjang perseroan.
Dengan demikian, transformasi PTBA tidak hanya diarahkan pada hilirisasi batu bara, tetapi juga mencakup penataan struktur anak usaha dan pengembangan bisnis baru yang masih memiliki keterkaitan dengan ekosistem batu bara.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 11 Sep 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
