Amerika Serikat Mulai Uji Coba Vaksin Virus Corona
- NEW YORK - Para peneliti di Seattle, Amerika Serikat mulai menguji coba vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Moderna Therapeutics dengan...

Ananda Astri Dianka
Author


NEW YORK - Para peneliti di Seattle, Amerika Serikat mulai menguji coba vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Moderna Therapeutics dengan melibatkan beberapa sukarelawan setempat.
Vaksin ini rencananya diluncurkan pada akhir April 2020 atas dukungan dari Lembaga Penelitian Kesehatan Kaiser Permanente Washington.
“Agensi merencanakan peluncuran uji klinis pada akhir April,” kata Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) saat dikutip dari Live Science, Jumat 6 Maret 2002.
Dalam usaha uji coba vaksin, para peneliti melibatkan 45 sukarelawan berstatus sehat dengan rentang usia antara 18 tahun sampai 55 tahun. Uji coba akan melihat bagaimana kinerja dan dampak vaksi terhadap respons kekebalan dan efek samping.
Kaiser Permanente mengungkapkan jika metode peneltian vaksin ini berbeda dengan vaksin lain karena tidak mengandung virus yang memicu COVID-19, yang disebut SARS-CoV-2, dan tidak dapat menyebabkan infeksi. Tidak seperti vaksin yang dikembangkan untuk virus lain, seperti campak, vaksin baru ini tidak memanfaatkan virus yang lemah atau mati.
Sebagai gantinya, vaksin mengandung segmen pendek materi genetik yang disebut messenger RNA, atau mRNA, yang dihasilkan di laboratorium. Dalam sel tipikal, mRNA mengkodekan instruksi untuk membangun protein yang berbeda.
Di Indonesia, Honesti Basyir, Direktur Utama PT Biofarma mengungkapkan jika pihaknya belum memiliki vaksin virus corona. Saat ini rencana pembuatan vaksin masih dalam tahap kajian.
“Belum ada, masih dalam pengkajian, kami masih koordinasi dengan beberapa lembaga penelitian,” katanya saat ditemui media di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.
Ia mengakui proses pembuatan vaksin butuh 10 sampai 15 tahun dan dapat dipercepat dengan catatan bekerja sama dengan lembaga penelitian yang sudah lebih dulu mengkaji.
