Ambles 58,24 Persen, Bank Danamon Kantongi Laba Bersih Rp522 Miliar pada Kuartal I-2021
JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp522 miliar pada kuartal I-2021. Jumlah ini anjlok 58,24% dibandingkan dengan periode tahun lalu yang mencapai Rp1,25 triliun. Di sisi lain, biaya kredit (cost of credit) mengalami perbaikan dengan turun sebesar 51% menjadi Rp1,2 triliun. “Kami juga melanjutkan pengelolaan biaya operasional yang disiplin menghasilkan rasio […]

Ananda Astri Dianka
Author


Gedung Bank Danamon. / Danamon.co.id
(Istimewa)JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp522 miliar pada kuartal I-2021.
Jumlah ini anjlok 58,24% dibandingkan dengan periode tahun lalu yang mencapai Rp1,25 triliun.
Di sisi lain, biaya kredit (cost of credit) mengalami perbaikan dengan turun sebesar 51% menjadi Rp1,2 triliun.
“Kami juga melanjutkan pengelolaan biaya operasional yang disiplin menghasilkan rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio pada tingkat 51,6 persen,” kata Direktur Utama Danamon Yasushi Itagaki dalam keterangan resmi, Rabu 28 April 2021.
Dari segi penyaluran kredit, bank berkode sama BDMN ini membukukan pertumbuhan pada segmen Enterprise Banking sebanyak 11%.
Segmen ini terdiri dari segmen Perbankan Korporasi dan Perbankan Komersial, serta Institusi Keuangan.
Danamon mencatatkan rasio kredit bermasalah (NPL) pada posisi 3,3% pada kuartal pertama 2021. Membaik 10 basis poin dibanding tahun sebelumnya dan didukung dengan NPL coverage ratio yang tinggi sebesar 171%.
Rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) berada di posisi 3,6% pada akhir kuartal pertama 2021.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Tak hanya itu, giro dan tabungan (CASA) Danamon mencatatkan pertumbuhan 12% dari tahun sebelumnya menjadi Rp67 triliun. Rasio CASA meningkat 480 basis poin dari tahun sebelumnya menjadi 54,7% yang didukung dengan pertumbuhan pendanaan granular.
“Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta terus membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan kedepannya,” lanjutnya.
Adapun rasio intermediasi makroprudensial (Macroprudential Intermediation Ratio/RIM) ada di level 86,6%, LDR di 85,3%, dan LCR di 195,7%. Angka-angka tersebut menunjukkan tingkat likuiditas yang tinggi.
Yasushi juga mengatakan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Danamon tetap menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya. KPMM konsolidasian berada pada posisi 25.7%, sementara KPMM bank only tercatat sebesar 26.2%.(RCS)
