Akibat Tiket Pesawat Mahal, Wisman RI Tak Capai Target
Jakarta, Target 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) jauh meleset di angka 16,3 juta orang pada 2019. Ketidaktercapaian ini diduga akibat tiket pesawat domestik yang terlampau mahal. Hal ini dibenarkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama “Ya memang kenyataannya begitu, wajar aja kalau wisatawan mengeluh, karena memang cukup mahal dan kami akan berusaha terus untuk […]

Ananda Astri Dianka
Author


penanegara.com
(Istimewa)Jakarta, Target 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) jauh meleset di angka 16,3 juta orang pada 2019. Ketidaktercapaian ini diduga akibat tiket pesawat domestik yang terlampau mahal.
Hal ini dibenarkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama “Ya memang kenyataannya begitu, wajar aja kalau wisatawan mengeluh, karena memang cukup mahal dan kami akan berusaha terus untuk menekan harga tiket, mencari jalan,” katanya dilansir dari CNBC (26/12).
Penurunan jumlah wisman dimonitor melalui pergerakan penumpang di bandara. PT Angkasa Pura II memprediksi jumlah penumpang di 16 bandara hanya sekitar 90,5 juta orang. Jumlah ini turun sebesar 18,5% dari tahun sebelumnya yang mencapai 112,6 juta.
Berkurangnya wisman sudah pasti memengaruhi bisnis terkait seperti perhotelan. “Tahun lalu 54-55%, sekarang 52-53%,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani
Secara keseluruhan, hanya Jakarta dan Sumatera Barat yang okupansi hotelnya stabil. Daerah lain seperti Jayapura, Ambon, dan Makassar juga mengalami penurunan seperti kebanyakan daerah lain.
Solusi dari tingginya harga tiket pesawat harus diselesaikan banyak stakeholder. Dibutuhkan kebijakan yang melibatkan Kementerian Perhubungan dan maskapai terkait.
Dengan berbenahnya PT Garuda Indonesia, masyarakat berharap tiket pesawat rute domestik akan semakin bersaing dan terjangkau. Sehingga, tingkat wisatwan domestik dan mancanegara akan meningkat, sejalan dengan perkembangan infrastruktur.
